Gara-gara VAR, Alvaro Morata Berharap Punya Badan Lebih Kecil

Kompas.com - 13/11/2020, 18:00 WIB
Penyerang Juventus, Alvaro Morata, beraksi pada laga Liga Champions kontra Ferencvaros di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada 4 November 2020. AFP/ATTILA KISBENEDEKPenyerang Juventus, Alvaro Morata, beraksi pada laga Liga Champions kontra Ferencvaros di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada 4 November 2020.

KOMPAS.com - Penyerang Juventus, Alvaro Morata, tampaknya sudah sangat kesal dengan Video Assistant Referee ( VAR).

Sejak kembali berseragam Juventus pada September lalu, Alvaro Morata beberapa kali harus lapang dada menerima golnya dianulir VAR.

VAR bahkan menjadi mimpi buruk Alvaro Morata dan Juventus saat bersua Barcelona pada matchday kedua fase grup Liga Champions 2020-2021.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Allianz itu, Juventus takluk 0-2 dari Barcelona.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Bisa Tinggalkan Juventus jika Kondisi Ini Terjadi

Bianconeri, julukan Juventus, seharusnya bisa berbalik unggul dan menang atas tim tamu.

Namun, tiga gol Morata ke gawang Barcelona pada menit ke-15, 30, dan 55 dianulir VAR karena dia lebih dulu terperangkap offside.

Alvaro Morata mengaku frustrasi karena banyak golnya yang tidak sah akibat VAR. Dia bahkan mengatakan sepanjang tahun 2020, sudah 13 golnya yang dianulir.

Morata sampai berandai-andai memiliki tubuh yang lebih kecil agar bisa lolos dari jebakan offside.

"Saya sekarang memiliki 13 gol yang dianulir VAR karena terjebak offside dalam satu tahun ini. Mungkin jika badan dan kaki saya sedikit lebih kecil, itu tidak terjadi," kata Alvaro Morata dilansir dari Football Italia.

"Di Liga Champions, bahu saya berada 40 cm di belakang (Clement) Lenglet. Namun, di sisi lain saya memiliki gol yang dianulir karena siku saya."

"Saya tidak mengerti mengapa VAR melakukan itu, seolah-olah saya mencetak gol menggunakan siku saya," lanjutnya.

Baca juga: Dipinggirkan Conte, Christian Eriksen Akui Kariernya di Inter Tak Berjalan Mulus

Selain itu, Morata juga tak paham dengan cara kerja VAR yang menyoroti pundak para pemain.

"VAR juga memperhatikan pundak pemain, apa gunanya itu? Berapa banyak Anda melihat gol yang dicetak melalui bahu?" tanya Alvaro Morata.

"Saya mengerti jika posisi offside dilihat dari kaki pemain dan saya akan memperbaikinya. Akan tetapi, jika indikatornya bahu, apakah pemain harus mengukur jarak itu dengan bek lawan?"

"Bagaimana pun, tidak ada gunanya saya mengeluh setelah dinyatakan offside. Saya tidak bisa melakukan apa-apa selain terus berusaha mencetak lebih banyak gol."

"Ke depannya, saya akan menunggu sedetik lagi sebelum mulai berlari," ucap Alvaro Morata mengakhiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X