Kompas.com - 01/11/2020, 10:40 WIB

KOMPAS.com - Pep Guardiola kembali menegaskan bahwa dia tidak akan melatih Barcelona lagi.

Pep Guardiola pernah menangani Barcelona medio 2008-2012.

Menghuni kursi pelatih di Camp Nou selama empat tahun, Guardiola sukses besar dengan mengantarkan Barcelona mengangkat 14 trofi, termasuk tiga Liga Spanyol dan dua Liga Champions.

Kerja sama kedua pihak berakhir setelah Guardiola menerima pinangan klub lain, Bayern Muenchen, dan kini dia melatih Manchester City.

Baca juga: Barcelona Terpuruk di Liga Spanyol, Ronald Koeman Mulai Cemas

Belakangan, salah satu kandidat Presiden Barcelona, Victor Font, menggaungkan wacana untuk memulangkan Pep Guardiola ke Camp Nou.

Namun, Pep Guardiola langsung menutup pintu dan menegaskan bahwa karier kepelatihannya di Barcelona sudah berakhir.

Pelatih berusia 49 tahun itu juga mengutarakan dirinya masih bahagia di Manchester City.

"Saya telah mengatakannya berkali-kali, karier saya sebagai manajer di Barcelona sudah berakhir," tegas Pep Guardiola seperti dilansir dari Sky Sports.

"Saya pikir sekali seumur hidup Anda harus melakukan hal-hal lain dan ada orang-orang luar biasa yang bisa menjadi pelatih di sana. Misalnya, Ronald Koeman adalah manajer yang bagus."

"Saya masih sangat bahagia di sini (Man City). Saya ingin terus bekerja dengan baik dan itulah yang terpenting." 

"Sekarang, akan ada pemilihan di Barcelona dan mudah-mudahan mereka bisa memilih orang yang tepat untuk jajaran manajemen demi mempertahankan klub luar biasa ini di level tertinggi," tutur Guardiola.

Baca juga: Respons Guardiola Ketika Diminta Reuni dengan Messi di Barcelona

Pernyataan itu menegaskan Pep Guardiola tak ingin lagi namanya dikaitkan dengan Barcelona.

Guardiola pun meminta semua pihak lebih menghormati Ronald Koeman yang sedang mengemban tugas sebagai juru taktik Barcelona.

"Karier saya di sana sebagai manajer luar biasa dan sekarang Koeman yang menggantikannya, tolong hormati dia. Dia pelatih, teman saya," tegas Pep Guardiola.

"Saya semakin tua untuk menjadi pelatih Barcelona. Anda harus memiliki energi khusus dan itulah mengapa hal tersebut menjadi kesempatan mereka yang masih muda."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Sky Sports


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjuangan Penghuni Ruko Stadion Usai 2 Bulan Tragedi Kanjuruhan, Bayangan Relokasi

Perjuangan Penghuni Ruko Stadion Usai 2 Bulan Tragedi Kanjuruhan, Bayangan Relokasi

Liga Indonesia
Ironi 3 Tim Kejutan di Piala Dunia 2022: Libas Para Juara, lalu Ucapkan Sampai Jumpa

Ironi 3 Tim Kejutan di Piala Dunia 2022: Libas Para Juara, lalu Ucapkan Sampai Jumpa

Internasional
Persiapan Empat Tim Jatim Jelang Liga 1 2022-2023 Bergulir Lagi

Persiapan Empat Tim Jatim Jelang Liga 1 2022-2023 Bergulir Lagi

Liga Indonesia
Drama Kamerun Vs Brasil: Saat Aboubakar Cetak Gol lalu Dapat Kartu Merah...

Drama Kamerun Vs Brasil: Saat Aboubakar Cetak Gol lalu Dapat Kartu Merah...

Internasional
16 Besar Piala Dunia 2022, Tak Ada Tim yang Lolos dengan Nilai Sempurna

16 Besar Piala Dunia 2022, Tak Ada Tim yang Lolos dengan Nilai Sempurna

Internasional
Bagan 16 Besar Piala Dunia 2022: Argentina dan Portugal Berseberangan

Bagan 16 Besar Piala Dunia 2022: Argentina dan Portugal Berseberangan

Internasional
Piala Dunia 2022: Kamerun Ukir Sejarah, Tersingkir dengan Kepala Tegak

Piala Dunia 2022: Kamerun Ukir Sejarah, Tersingkir dengan Kepala Tegak

Internasional
Polri Beri Lampu Hijau, Liga 1 Dilanjutkan 5 Desember 2022

Polri Beri Lampu Hijau, Liga 1 Dilanjutkan 5 Desember 2022

Liga Indonesia
Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022: Brasil Vs Korea Selatan, Portugal Vs Swiss

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022: Brasil Vs Korea Selatan, Portugal Vs Swiss

Internasional
Ahn Jung-hwan, Penyerang Korea Selatan yang Sukses Kubur Mimpi Italia pada Piala Dunia 2002

Ahn Jung-hwan, Penyerang Korea Selatan yang Sukses Kubur Mimpi Italia pada Piala Dunia 2002

Internasional
Klasemen Grup G Piala Dunia 2022: Brasil Ternoda, Langkah ke 16 Besar Tak Sempurna

Klasemen Grup G Piala Dunia 2022: Brasil Ternoda, Langkah ke 16 Besar Tak Sempurna

Internasional
Tangis Luis Suarez dan Akhir Tragis Uruguay di Piala Dunia 2022

Tangis Luis Suarez dan Akhir Tragis Uruguay di Piala Dunia 2022

Internasional
Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022 Komplet, Swiss Terakhir

Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022 Komplet, Swiss Terakhir

Internasional
Hasil Kamerun Vs Brasil 1-0: Rekor Tim Samba Runtuh, Singa Tangguh Beri Kejutan

Hasil Kamerun Vs Brasil 1-0: Rekor Tim Samba Runtuh, Singa Tangguh Beri Kejutan

Internasional
Hasil Serbia Vs Swiss 2-3: La Nati ke 16 Besar Piala Dunia 2022, Dampingi Brasil

Hasil Serbia Vs Swiss 2-3: La Nati ke 16 Besar Piala Dunia 2022, Dampingi Brasil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.