Khawatir Digugat, Arema FC Tuntut PSSI Keluarkan Perlindungan untuk Klub

Kompas.com - 01/11/2020, 08:20 WIB
Pemain Arema FC memperhatikan arahan asisten pelatih Charis Yulianto saat latihan rutin persiapan lanjutan Liga 1 2020 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (28/09/2020) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC memperhatikan arahan asisten pelatih Charis Yulianto saat latihan rutin persiapan lanjutan Liga 1 2020 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (28/09/2020) sore.

MALANG, KOMPAS.com - Tidak terasa, sudah nyaris setahun kompetisi terhenti. Jika sesuai kalender, seharusnya bulan Oktober ini sudah memasuki babak akhir.

Beberapa kali PSSI dan PT LIB menjaga asa agar kompetisi berlanjut, namun beberapa kali pula upaya tersebut kandas karena terganjal berbagai kendala.

Kekecewaan pun dirasakan oleh klub. Mereka harus melakukan penyesuaian dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga roda kehidupan tetap berjalan selama masa penantian ini.

Salah satu caranya dengan melakukan negosiasi kepada pemain, pelatih, dan sponsor.

Baca juga: CEO Arema FC Berharap Polri Bisa Berikan Izin Kompetisi

Selama ini, Arema FC mengapresiasi keputusan federasi yang mengeluarkan dua Surat Keputusan mengenai pembayaran gaji pada masa kahar.

Akan tetapi, Arema FC merasa butuh sebuah perlindungan lebih kuat jika nanti ada salah satu pihak yang menggugat langkah penyesuaian yang diambil pihak klub.

"Tentunya kami berharap federasi memberikan aspek legalitas karena kami tidak ingin pada kemudian hari ada persoalan klub harus menghadapi gugatan pelatih, pemain, maupun pihak sponsor," kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Perlindungan ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat klub perlu pedoman untuk membuat kebijakan baru guna menyikapi penundaan kompetisi hingga tahun 2021.

Baca juga: Penundaan Kompetisi Diperpanjang, Arema FC Tuntut Dua Hal

Pasalnya, kebijakan yang diambil bakal mempengaruhi kepentingan banyak pihak sehingga diperlukan satu acuan yang kemudian bisa dipertanggungjawabkan.

"Ini segera diputuskan karena bulan-bulai ini kami segera komunikasi dengan stakeholder sepak bola, utamanya pemain, pelatih, dan sponsorship terkait penundaan kompetisi ini." 

"Tentunya ini sangat penting karena kami juga akan melakukan evaluasi program ke depan seperti apa, sampai ada keputusan kompetisi ini akan bergulir pada Februari 2021,"  tutur Sudarmaji.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X