Momen Sumpah Pemuda, Arema FC Ingatkan Sepak Bola sebagai Instrumen Pemersatu Bangsa

Kompas.com - 28/10/2020, 09:40 WIB
Pemain Arema FC tos dengan Madura United sebelum game saat latihan bersama di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020) sore. 
KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC tos dengan Madura United sebelum game saat latihan bersama di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020) sore.

MALANG, KOMPAS.com - Hari perayaan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2020 ini disambut Arema FC dengan optimisme dan harapan.

Tim berlogo Kepala Singa Mengepal tersebut berharap para pemangku kebijakan bisa menarik benang merah antara semangat Sumpah Pemuda dan sepak bola nasional yakni sebagai instrumen yang mampu mempersatukan pemuda-pemuda Tanah Air.

Arema FC yakin sepak bola bisa menjadi suara universal yang mampu mendinginkan gejolak di masyarakat yang mulai gerah tak terkendali.

General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo, melihat sepak bola punya kekuatan itu.

Tinggal, bagaimana cara pandang pihak terkait dan kemauan untuk memanfaatkannya.

“Mungkin dari sisi yang demo-demo itu kalau ada kompetisi tidak akan sempat demo, apa salahnya dicoba?” kata pria asal Madiun.

Baca juga: Mantan Penyerang Arema FC Jonathan Bauman Akhirnya Dapat Klub Baru

Ruddy Widodo berharap benang merah ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Bahwa sepak bola bukan hanya sebuah tontonan, tetapi juga bisa menjadi alat pemersatu yang bisa mendinginkan suasana.

Karena itu, dia mendesak agar pemangku kebijakan bisa melihat sepak bola dari sudut yang lebih luas.

Dia pun realistis bahwa membuat sebuah keputusan besar tak semudah membalikan telapak tangan.

Namun, paling tidak semangat Sumpah Pemuda ini bisa menjadi penggerak hati untuk memutar kembali kompetisi.

“Mudah-mudahan menyambut hari Sumpah Pemuda ini, dengan semangat Sumpah Pemuda dari Sabang Sampai Merauke, marwahnya itu sama sepak bola untuk mempersatukan seluruh komponen bangsa,” tutur pria berusia 48 tahun.

Baca juga: Kata Carlos Oliveira Usai Arema FC Latih Tanding Lawan Madura United

“Mudah-mudahan bisa terakomodir. Minimal November diizinkan,” sambungnya.

Kini, Ruddy Widodo mengembalikan semuanya kepada pihak atas selaku pengambil keputusan.

Namun, yang jelas pihak klub saat ini benar-benar membutuhkan kepastian untuk mengambil langkah.

“Kami klub butuh kepastian. Ada yang menunggu dengan sabar, ada yang menunggu separuh sabar, dan ada yang tidak sama sekali.”

“Ya, mudah-mudahan dengan semangat Sumpah Pemuda untuk mempersatukan semua,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X