Alasan Cristiano Ronaldo Karantina Diri di Italia dan Bukan Portugal

Kompas.com - 15/10/2020, 05:20 WIB
Pesawat ambulans yang mengangkut Cristiano Ronaldo dari Bandara Tires, Portugal, ke Turin, Italia, pada Rabu (14/10/2020). DIARIO RECORDPesawat ambulans yang mengangkut Cristiano Ronaldo dari Bandara Tires, Portugal, ke Turin, Italia, pada Rabu (14/10/2020).

KOMPAS.com - Mega bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, telah kembali ke Turin untuk menjalani karantina mandiri setelah positif terpapar virus corona saat membela negaranya di ronde laga-laga internasional.

Cristiano Ronaldo meninggalkan Portugal dengan menggunakan pesawat ambulans dari Bandara Tires di dekat kota Lisbon pukul 13:30 waktu lokal dan mendarat di Bandara Turin kurang lebih dua jam kemudian.

Cristiano Ronaldo menjalankan karantina mandiri di Italia dan bukan Portugal karena perbedaan waktu isolasi wajib kedua negara.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Diterbangkan dengan Pesawat Ambulans ke Turin

Menurut WHO, waktu karantina mandiri wajib di Portugal bagi penderita Covid-19 tanpa gejala seperti CR7 adalah 14 hari.

Sementara, di Italia, waktu karantina mandiri hanyalah 10 hari.

Kendati demikian, seseorang tetap perlu mendapat hasil tes swab negatif untuk keluar dari karantina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Individu yang terpapar bisa terus menjalani karantina mandiri lebih lama apabila tetap mendapat hasil positif.

Di satu sisi, keputusan Ronaldo berpindah lokasi karantina mandiri dari Portugal ke Italia tidak melanggar protokol dan regulasi kesehatan yang telah ditetapkan.

Otoritas Kesehatan Lokal Turin telah diinfokan mengenai keputusan CR7. Dalam kasus ini, kedatangan Ronaldo lewat penerbangan medis.

Sang pemain sebenarnya tak perlu terbang dengan pesawat ambulans dan pesawat pribadi sebenarnya dapat mengangkut sang pemain.

Pada kasus tersebut, mereka yang bepergian bersama Cristiano Ronaldo akan dijemput dengan ambulans ke rumah masing- masing di mana mereka menjalani karantina mandiri.

Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) mengumumkan bahwa Cristiano Ronaldo positif terpapar Covid-19 pada Selasa (13/10/2020) malam WIB.

Baca juga: Acara Makan-makan Cristiano Ronaldo cs Ciptakan Kontroversi di Portugal

 

Penyerang berusia 35 tahun itu menjadi pemain timnas Portugal ketiga yang terkonfirmasi Covid-19 dalam sepekan terakhir setelah bek Jose Fonte dan kiper Anthony Lopes.

Pelatih Fernando Santos mengaku bingung ketika ditanya mengenai kasus yang menimpa Cristiano Ronaldo.

Ia mengutarakan bahwa pihaknya telah mengikuti segala panduan protokol kesehatan dari Direktorat Jenderal Kesehatan (DGS) Portugal.

"Ini situasi abnormal. Isu Covid-19 ini, selain menyedihkan dari sisi kemanusiaan juga karena kami telah melakukan semua yang diminta. Bagi kami kesehatan setiap pemain sangatlah penting," ujar Santos di Diario Record.

"Sejak Senin kami telah dikarantina di sini. Hanya para staf dan pemain yang masuk, tak ada orang lain."

"Namun, hal ini kejadian bukan karena kami tak mematuhi peraturan. Para pemain telah menjaga diri dan mengikuti peraturan," ujarnya lagi.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Kecolongan Terpapar Virus Corona, Pelatih Timnas Portugal Heran

Selama sepekan terakhir, Cristiano Ronaldo bermain menghadapi Perancis dan Spanyol.

Epidemiologis terkemuka Portugal, Maio Freitas, mengutarakan bahwa "ada sesuatu yang salah" dengan prosedur di timnas Portugal.

Ia mengacu ke protokol kesehatan di timnas Portugal, terutama yang terlihat di unggahan Cristiano Ronaldo hanya beberapa jam sebelum ia dikonfirmasi dengan Covid-19.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Unidos dentro e fora do campo! ???????????????????????? #todosportugal

A post shared by Cristiano Ronaldo (@cristiano) on Oct 12, 2020 at 12:56pm PDT

 

Cristiano Ronaldo mengunggah foto ia bersama rekan-rekan timnas Portugal di sebuah meja makan tanpa menjaga jarak dan memakai masker.

"Virus ini punya kapasitas penyebaran hebat kalau orang-orang tidak menjaga jarak atau memakai masker. Jika kedua faktor itu digabung, risikonya jadi lebih besar," tutur Freitas kepada A Bola, seperti dikutip dari Tuttosport.

"Ada yang salah dalam kasus ini," ujarnya mempertanyakan efektivitas gelembung perlindungan yang telah diterapkan federasi Portugal.

"Kendati bubble sudah tercipta, hanya perlu satu momen kelengahan bagi seseorang untuk terinfeksi. Virus ini bukan matematika. Jika demikian, kita sudah bisa mengendalikannya dengan mudah," tutur Freitas lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Nomor Punggung Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Egy Pakai No Keramat

Daftar Nomor Punggung Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Egy Pakai No Keramat

Liga Indonesia
Striker Naturalisasi Malaysia Panen Kritik, Dikatakan Sebagai Bukti Kegagalan FAM

Striker Naturalisasi Malaysia Panen Kritik, Dikatakan Sebagai Bukti Kegagalan FAM

Internasional
Indonesia Vs Kamboja, Kata Shin Tae-yong soal 4 Striker Minim Gol Milik Garuda

Indonesia Vs Kamboja, Kata Shin Tae-yong soal 4 Striker Minim Gol Milik Garuda

Liga Indonesia
Hasil Barito Vs Persik: Youssef Ezzejjari Pamer Ketajaman Lagi, Macan Putih Menang 2-0

Hasil Barito Vs Persik: Youssef Ezzejjari Pamer Ketajaman Lagi, Macan Putih Menang 2-0

Liga Indonesia
Mengapa Timnas Filipina Didominasi Pemain Berwajah Barat?

Mengapa Timnas Filipina Didominasi Pemain Berwajah Barat?

Sports
BWF World Championship 2021: Indonesia Punya 1 Wakil, Kento Momota dan Ganda Campuran Malaysia Mundur

BWF World Championship 2021: Indonesia Punya 1 Wakil, Kento Momota dan Ganda Campuran Malaysia Mundur

Badminton
Kali Terakhir Barca Gagal Lolos dari Fase Grup Liga Champions, Pedri Belum Lahir dan Ansu Fati Baru Berusia Satu Minggu

Kali Terakhir Barca Gagal Lolos dari Fase Grup Liga Champions, Pedri Belum Lahir dan Ansu Fati Baru Berusia Satu Minggu

Liga Champions
Tim Bulu Tangkis Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia 2021, BWF Kecewa dengan PBSI

Tim Bulu Tangkis Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia 2021, BWF Kecewa dengan PBSI

Badminton
Link Live Streaming Persib Vs Persebaya, Kick-off 20.45 WIB

Link Live Streaming Persib Vs Persebaya, Kick-off 20.45 WIB

Liga Indonesia
Boikot Pemerintah Australia ke Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 Tak Berdampak

Boikot Pemerintah Australia ke Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 Tak Berdampak

Sports
Timnas Indonesia Vs Kamboja: Jangan Terpeleset Lagi, Garuda!

Timnas Indonesia Vs Kamboja: Jangan Terpeleset Lagi, Garuda!

Liga Indonesia
Leipzig Vs Man City, Guardiola Sesali Kartu Merah Walker: Menyakiti Kami...

Leipzig Vs Man City, Guardiola Sesali Kartu Merah Walker: Menyakiti Kami...

Liga Champions
Danau Toba Rally 2021 Jadi Comeback Ricardo Gelael ke Ajang Kompetitif

Danau Toba Rally 2021 Jadi Comeback Ricardo Gelael ke Ajang Kompetitif

Sports
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini - Bayern Vs Barcelona Kick-off 03.00 WIB

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini - Bayern Vs Barcelona Kick-off 03.00 WIB

Liga Champions
Top Skor Liga Champions 2021-2022

Top Skor Liga Champions 2021-2022

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.