Jika Bukan karena Lionel Messi, Tiki Taka Pep Guardiola Cuma Jadi Khayalan

Kompas.com - 12/10/2020, 21:00 WIB
Lionel Messi dan Pep Guardiola merayakan gol pada laga Barcelona vs Espanyol di Stadion Camp Nou, 5 Mei 2012. AFP/JOSEP LAGOLionel Messi dan Pep Guardiola merayakan gol pada laga Barcelona vs Espanyol di Stadion Camp Nou, 5 Mei 2012.

KOMPAS.com - Mantan pelatih Bayern Muenchen, Felix Magath, menyebut gaya permainan tiki taka arahan Pep Guardiola di Barcelona tak akan berhasil tanpa Lionel Messi.

Pep Guardiola membangun namanya menjadi salah satu pelatih yang disegani setelah mengarsiteki Barcelona medio 2008-2012.

Kala itu, Barcelona sedang jaya-jayanya ditambah juga dengan gaya permainan tiki taka arahan Pep Guardiola.

Kerja sama Pep Guardiola dan Barcelona selama empat tahun pun menghasilkan 14 trofi termasuk dua trofi Liga Champions.

Baca juga: Ronald Koeman Masih Inginkan Depay dan Wijnaldum di Barcelona

Bersama Pep Guardiola-lah, Barcelona juga meraih treble winners (tiga trofi semusim) perdana mereka pada 2008-2009 dengan menjuarai Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah hengkang dari kursi kepelatihan Barcelona, Guardiola melanjutkan kariernya sebagai juru taktik Bayern Muenchen pada 2013-2016 sebelum datang ke Manchester City.

Faktanya, meski mampu mengantarkan Bayern dan Man City meraih sejumlah trofi, Pep Guardiola belum pernah lagi membawa timnya memenangi Liga Champions.

Terakhir, dia mengangkat Si Kuping Besar saat masih bersama Barcelona pada musim 2010-2011.

Melihat fakta tersebut, Felix Magath pun mengatakan bahwa Pep Guardiola bukan kunci kejayaan Barcelona, melainkan Lionel Messi.

"Messi yang memenangi gelar, bukan Guardiola," kata Felix Magath, seperti dilansir dari Goal.

"Tanpa Messi, sistem ini tidak akan pernah sukses buat Guardiola. Jika sebaliknya, dia sudah memenangi Liga Champions bersama Bayern atau Man City."

Penilaian Felix Magath bisa jadi benar. Pasalnya, Lionel Messi masih bisa menjuarai Liga Champions meski tanpa arahan Pep Guardiola.

Bersama Barcelona, Messi menjuarai Liga Champions 2014-2015 di bawah arahan pelatih Luis Enrique.

Baca juga: Messi ke Man City Musim Depan, De Bruyne: Saya Tidak Peduli

Bahkan, La Pulga sudah pernah merasakan Si Kuping Besar sebelum kedatangan Pep Guardiola, yakni musim 2005-2006.

"Tiki taka hanya bekerja jika Anda memiliki pemain yang secara teknis lebih unggul dari lawan mereka," ujar Magath.

"Bagi penonton, hanya mementingkan penguasaan bola itu membosankan dan tim papan atas tidak terlalu membutuhkannya."

"Menurut saya, Guardiola secara umum terlalu sering tersesat dalam upaya memenangi pertandingan lebih awal. Taktik itu sering berakhir dengan keputusan yang salah, yang menghalangi kesuksesan," ujar Felix Magath mengakhiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Goal
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Link Live Streaming BWF World Tour Finals 2021, 4 Wakil Indonesia Main Hari Ini

Link Live Streaming BWF World Tour Finals 2021, 4 Wakil Indonesia Main Hari Ini

Badminton
BWF World Tour Finals 2021, Menimbang Peluang Marcus/Kevin di Grup Neraka

BWF World Tour Finals 2021, Menimbang Peluang Marcus/Kevin di Grup Neraka

Badminton
BWF World Tour Finals: Beda dengan Pramudya, Yeremia Tak Pernah Nonton Video Lawan

BWF World Tour Finals: Beda dengan Pramudya, Yeremia Tak Pernah Nonton Video Lawan

Badminton
Peregangan Statis: Pengertian, Contoh, dan Manfaat

Peregangan Statis: Pengertian, Contoh, dan Manfaat

Sports
Usai Menangi Ballon d'Or, Lionel Messi Absen Latihan karena 'Gejala Muntaber'

Usai Menangi Ballon d'Or, Lionel Messi Absen Latihan karena "Gejala Muntaber"

Liga Lain
Filosofi Pencak Silat

Filosofi Pencak Silat

Sports
Tak Sangka Lolos ke BWF World Tour Finals, Pasangan India yang Kalah dari Marcus/Kevin Sampai Ubah Tiket Pesawat

Tak Sangka Lolos ke BWF World Tour Finals, Pasangan India yang Kalah dari Marcus/Kevin Sampai Ubah Tiket Pesawat

Badminton
Tanggapan Saddil Ramdani soal Rumor Gabung ke Arema FC

Tanggapan Saddil Ramdani soal Rumor Gabung ke Arema FC

Liga Indonesia
Nonton Piala AFF 2020 Pakai Tayangan 'Gretongan', Mau?

Nonton Piala AFF 2020 Pakai Tayangan "Gretongan", Mau?

Internasional
Jadwal Siaran Langsung BWF World Tour Finals, Greysia/Apriyani Buka Perjuangan Indonesia

Jadwal Siaran Langsung BWF World Tour Finals, Greysia/Apriyani Buka Perjuangan Indonesia

Badminton
Update Ranking BWF: Axelsen Kudeta Momota, Jonatan Gusur Lee Zii Jia

Update Ranking BWF: Axelsen Kudeta Momota, Jonatan Gusur Lee Zii Jia

Badminton
Alasan Liverpool Datangkan Kiper Legendaris Timnas Brasil sebagai Pelatih

Alasan Liverpool Datangkan Kiper Legendaris Timnas Brasil sebagai Pelatih

Liga Inggris
Terhindar dari Degradasi, Semen Padang Pasang Target Promosi ke Liga 1 Tahun Depan

Terhindar dari Degradasi, Semen Padang Pasang Target Promosi ke Liga 1 Tahun Depan

Liga Indonesia
Lakshya Sen, Tunggal Putra Termuda pada BWF World Tour Finals 2021

Lakshya Sen, Tunggal Putra Termuda pada BWF World Tour Finals 2021

Badminton
BWF World Tour Finals 2021, Ujian Kemampuan untuk Pramudya/Yeremia

BWF World Tour Finals 2021, Ujian Kemampuan untuk Pramudya/Yeremia

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.