Persebaya Rombak Sistem dan Rutinitas Tim setelah Kasus Covid-19

Kompas.com - 10/10/2020, 09:00 WIB
Aji Santoso memimpin latihan rutin Persebaya Surabaya bersama asistennya Uston Nawawi (kanan) di Lapangan Mapolda Jatim Surabaya, Jumat (01/11/2019) sore. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUAji Santoso memimpin latihan rutin Persebaya Surabaya bersama asistennya Uston Nawawi (kanan) di Lapangan Mapolda Jatim Surabaya, Jumat (01/11/2019) sore.

SURABAYA, KOMPAS.com - Persebaya Surabaya memperketat kembali semua kegiatan rutin tim semenjak enam anggota timnya positif Covid-19.

Persebaya Surabaya menilai angka enam anggota mereka yang terjangkit Covid-19 sudah lebih dari cukup agar tidak mengulang kesalahan sama.

Pelatih Aji Santoso mengatakan kini latihan lebih diperketat lagi dari sebelumnya.

Bahkan, sebelum latihan, lokasi harus benar-benar steril dari pihak lain selain tim.

Selain memperketat lokasi, penerapan protokol kesehatan juga lebih dikencangkan.

Baca juga: Harapan Bek Persebaya Jelang Timnas U19 Indonesia Vs NK Dugopolje

Seluruh anggota tim yang terlibat dalam latihan wajib menggunakan masker sebelum dan sesudah latihan.

Pemain juga dihimbau membawa tumbler atau botol minum sendiri untuk menghindari penularan virus corona lewat botol air.

“Kemarin sebenarnya selama masa persiapan sudah kami bertekad tetapi dengan kejadian ini kami perketat lagi. Tidak ada satupun orang di luar anggota tim yang bisa masuk, mohon maaf media juga tidak bisa masuk ke lapangan,” tutur Aji Santoso kepada Kompas.com.

Tidak hanya saat latihan, perombakan juga dilakukan di mess tempat tinggal pemain Persebaya.

Sekarang ada himbauan wajib mengenakan masker selama berkegiatan di apartemen.

Sistem distribusi makanan juga di rumah. Jika sebelumnya pemain yang datang langsung ke kantin saat makan, kini tidak lagi.

Baca juga: Permintaan Presiden Persebaya Sebelum Liga 1 2020 Dilanjutkan

Makanan kini didistribusikan langsung ke kamar masing-masing pemain untuk meminimalisir pemain berkerumun di ruangan tertutup.

Meskipun belum ada pedoman dari pihak operator, Persebaya Surabaya mengambil langkah inisiatif untuk menyelamatkan anggota tim yang lain.

"Kami tidak mau kecolongan lagi. Kami perketat untuk kebaikan pemain sendiri. Sementara, kami batasi interaksi pemain dengan dunia luar, bukan mau sombong atau apa, tapi untuk kebaikan bersama, tidak ada tertular dan menulari," tutur sekretaris tim Ram Surahman dilansir dari laman resmi Persebaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X