Permintaan Presiden Persebaya Sebelum Liga 1 2020 Dilanjutkan

Kompas.com - 06/10/2020, 19:40 WIB
Persebaya Surabaya latihan perdana seusai libur pandemi di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (31/08/2020) pagi. Dokumentasi Persebaya SurabayaPersebaya Surabaya latihan perdana seusai libur pandemi di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (31/08/2020) pagi.

SURABAYA, KOMPAS.com - Persebaya Surabaya kini masih menunggu keputusan lanjutan Liga 1 2020.

Dengan situasi seperti ini, segala kemungkinan bisa terjadi. Namun, jika Liga 1 2020 jadi dilanjutkan, Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda punya satu permintaan.

Dia berharapan besar agar masalah protokol kesehatan bisa diselesaikan sebelum lanjutan Liga 1 2020 digulirkan kembali.

Tujuannya supaya klub punya pedoman yang bisa mereka jadikan acuan dalam melaksanakan pertandingan tersisa.

Baca juga: Setelah Satu Minggu Menurunkan Irama, Latihan Persebaya akan Kembali Normal

Protokol kesehatan menjadi pondasi dan syarat wajib sebelum melanjutkan Liga 1 2020.

"Yang kami butuhkan adalah protokolnya, karena kami harus menghargai, kami harus sadar lingkungan," kata Azrul.

Lingkungan yang dimaksud Azrul bukan hanya tempat tinggal dan masyarakatnya, tetapi juga pihak-pihak yang berupaya memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Yang kami tahu, segala aparat kepolisian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, pihak angkatan bersenjata atau Kodam, dan jajarannya yang bekerja keras untuk menghadapi pandemi ini," tutur pria 43 tahun itu.

Azrul Ananda menegaskan, pihak penyelenggara kompetisi harus bisa menghargai upaya-upaya pihak di atas.

Baca juga: Setelah Satu Minggu Menurunkan Irama, Latihan Persebaya akan Kembali Normal

 

Caranya dengan dengan menyusun sebuah konsep penanganan dan pencegahan yang bisa menjamin bahwa kompetisi tidak akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Lebih lanjut, Azrul mengakui bahwa protokol kesehatan yang diberikan pihak penyelenggara kompetisi masih jauh dari harapan.

Bahkan, dia merasa lebih baik dari yang disusun pihak klub secara mandiri.

"Jadi memang kami harapkan jika kompetisi jalan, protokolnya harus jelas tegas. Sampai hari ini kami merasa belum maksimal dari Liga 1. Malah saya kira klub-klub lebih siap daripada Liga," ucap Azrul Ananda.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X