Persebaya: Penambahan Waktu Persiapan Liga 1 Bukan Keuntungan

Kompas.com - 02/10/2020, 13:40 WIB
Pemain Persebaya Surabaya Oktafianus Fernando (kiri) dan Zoubairou Garba mengejar bola saat latihan bersama saat persiapan jelang berlanjutnya Liga 1 2020 oktober mendatang. Dokumentasi Persebaya SurabayaPemain Persebaya Surabaya Oktafianus Fernando (kiri) dan Zoubairou Garba mengejar bola saat latihan bersama saat persiapan jelang berlanjutnya Liga 1 2020 oktober mendatang.

SURABAYA, KOMPAS.com - Beberapa tim mengambil hikmah dari penundaan lanjutan Liga 1 2020.

Ada tim yang menganggap waktu persiapan tim semakin panjang sehingga bisa tampil lebih matang saat lanjutan Liga 1 2020 bergulir kembali.

Namun, pelatih Persebaya, Aji Santoso, tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat tersebut.

Ia membenarkan waktu persiapan menjadi lebih panjang, tapi tidak bisa disebut sebagai keuntungan.

Hal ini karena semua tim mengalami nasib serupa.

“Ya, tentunya bukan hanya Persebaya tetapi semua tim. Setiap tim persiapannya rata-rata ada yang 1 bulan ada yang 1 bulan 1/2,” kata mantan pelatih Arema FC tersebut.

Baca juga: Upaya Persebaya Bangkitkan Kembali Mental dan Semangat Pemain

“Kami tetap mengambil positifnya, bagaimana dengan ditundanya ini persiapan tim menjadi lebih panjang,” imbuhnya.

Persebaya Surabaya sendiri efektif latihan sejak akhir Agustus.

Memiliki waktu persiapan satu bulan, tim Bajul Ijo langsung tacap gas. Pemain didrill dengan porsi latihan berat dan intensitas tinggi.

Namun, Aji Santoso menyesuaikan kembali program latihannya pascapenundaan Liga 1 2020.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X