Persebaya Surabaya Nonaktifkan Kembali Kegiatan Tim

Kompas.com - 30/09/2020, 16:40 WIB
Persebaya Surabaya latihan perdana seusai libur pandemi di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (31/08/2020) pagi. Dokumentasi Persebaya SurabayaPersebaya Surabaya latihan perdana seusai libur pandemi di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (31/08/2020) pagi.

SURABAYA, KOMPAS.com - Persebaya Surabaya akhirnya meliburkan kembali seluruh kegiatan tim. Langkah tersebut terpaksa diambil sebagai tidak lanjut dua kabar kurang menyenangkan yang menghinggapi Persebaya Surabaya.

Pertama adalah masalah penundaan lanjutan Liga 1 2020 serta kabar terpaparnya enam anggota tim Persebaya Surabaya dengan Covid-19.

Sekretaris tim, Ram Surahman, mengatakan kegiatan latihan tim diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Sebenarnya kami memiliki agenda latihan, tetapi kami mendengar kabar di media mengenai penundaankick off yang mestinya tanggal 1 Oktober. Semua tahu Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengumumkan kompetisi akan ditunda hingga November,” kata Ram Surahman.

“Jadi, untuk sementara, Persebaya akan meliburkan latihan sampai ada pengumuman resmi dari kami (manajemen),” imbuhnya.

Baca juga: Persebaya Berharap PSSI dan PT LIB Bisa Mengambil Hikmah dari Penundaan Kompetisi

Ram Surahman masih belum bisa memastikan apakah seluruh pemain bakal dipulangkan seperti awal penundaan dulu.

Namun, kemungkinan besar tidak ada instruksi untuk memulangkan pemain.

“Belum. Jadi kami masih fokus pada tim ini karena tim sudah semua berkumpul dan sebetulnya kami sudah sangat siap ikut kompetisi,” tuturnya.

Dia berharap keseriusan dan upaya-upaya yang dilakukan tim selama masa persiapan ini bisa dihargai PSSI dan PT LIB dengan cara bersungguh-sungguh memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk melanjutkan Liga 1 2020.

Baca juga: Aji Santoso Apresiasi Keberanian Manajemen Persebaya Buka Kasus Covid-19 di Internal

“Kami berharap ini bisa diimbangi keseriusan teman-teman LIB dan PSSI, jika memang  kompetisi ini dilanjutkan mari kita persiapkan lebih maksimal dan detail dari awal. Khususnya masalah protokol kesehatan,” ucap pria asal Gresik.

“Kami sepakat dengan apa yang dikatakan Ketua umum PSSI, bahwa untuk saat ini keselamatan dan kesehatan adalah yang utama. “

“Bahwa bila kompetisi ini memang dilanjutkan, maka keselamatan dan kesehatan harus menjadi syarat mutlak yang harus terpenuhi, diantisipasi, dan dijaga,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X