FIFPro Bicara Kisruh Penyelesaian Sengketa Pemain dan Klub Indonesia

Kompas.com - 30/09/2020, 14:57 WIB
Chairman FIFPro Asia, Takuya Yamazaki, saat berbicara di acara dialog virtual bersama sejumlah jurnalis Asia termasuk KOMPAS.com pada Selasa (29/9/2020). KOMPAS.com/Firzie A. IdrisChairman FIFPro Asia, Takuya Yamazaki, saat berbicara di acara dialog virtual bersama sejumlah jurnalis Asia termasuk KOMPAS.com pada Selasa (29/9/2020).

KOMPAS.com - FIFPro, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Dunia, berbicara perihal penyelesaian sengketa pemain profesional di Indonesia yang tak selamanya berjalan lancar. Padahal, Indonesia sudah punya Badan Penyelesaian Sengketa Nasional (NDRC).

FIFPro merupakan badan yang menaungi lebih dari 65.000 pesepak bola profesional di seluruh dunia.

Organisasi yang berbasis di Belanda ini menyoroti Indonesia karena angka pemangkasan gaji pemain bisa mencapai 75 persen, per SK PSSI nomor 48 pada akhir Maret.

Pemangkasan gaji yang pertama ini sempat menimbulkan guncangan besar di kalangan pemain profesional Tanah Air karena keputusan diambil tanpa mempertimbangkan suara pemain.

Hal itu baru dibenahi di SK PSSI nomor 53 pada akhir Juni.

Akan tetapi, pihak APPI (Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia) mengutarakan masih ada kesimpang-siuran terkait nominal pemotongan.

Imbasnya, beberapa pemain asing top telah meninggalkan klub mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, pemain seperti Greg Nwokolo memilih "membebaskan diri" dari ikatan kerja di Madura United mengutip lingkungan kerja "high risk, low return" bagi para pemain profesional di tengah pandemi.

Baca juga: FIFPro Kecewa Situasi di Liga 1, Tekankan Kerentanan Pesepak Bola Indonesia

Menurut Sekretaris Jenderal FIFPro, Jonas Baer-Hoffman, NDRC ada untuk melindungi diri dari peraturan sepihak seperti ini.

PSSI memang telah bekerja sama dengan FIFA, FIFPro, dan APPI mendirikan NDRC pada Juli 2019.

Indonesia merupakan salah satu dari empat negara yang mengikuti pilot project FIFA dalam pengembangan NDRC karena kemampuan Merah Putih untuk bangkit setelah pembekuan.

Tiga negara pilot project lainnya adalah Kosta Rika, Slovakia, dan Malaysia.

NDRC merupakan wadah pengaduan sengketa yang independen, baik itu pemain dengan klub atau juga sengketa antara klub dengan klub.

Walau Indonesia masih salah satu negara pertama yang mengadopsi NDRC ini, kenyataannya di lapangan masih jauh dari ideal, suatu hal yang disadari oleh Baer-Hoffman.

Sekretaris Jenderal FIFPro, Jonas Baer-Hoffman, saat mengikuti dialog bersama sejumlah jurnalis dari region Asia yang juga dihadiri oleh KOMPAS.com.KOMPAS.com/Firzie A. Idris Sekretaris Jenderal FIFPro, Jonas Baer-Hoffman, saat mengikuti dialog bersama sejumlah jurnalis dari region Asia yang juga dihadiri oleh KOMPAS.com.

"Sayangnya, walau ada standar internasional yang harus dihormati  di mana kita sudah bekerja sama dengan PSSI dan klub selama bertahun-tahun, kita masih menghadapi lingkungan di mana pemain-pemain ini kurang perlindungan yang seharusnya mereka dapatkan," tutur sang sekjen.

Sementara itu, Takuya Yamazaki selaku Chairman FIFPro Asia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang punya football governance terbaik untuk mengatasi kisruh seputar kontrak pemain di tengah pandemi.

Namun, ia tetap punya kekhawatiran terhadap praktek football governance di Tanah Air.

"Indonesia salah satu negara terbaik di Asia dalam hal struktur football governance. Alasannya adalah Indonesia telah menerapkan NDRC. Semua anggota FIFA punya tanggung jawab untuk menerapkan mekanisme dispute negotiation," ujarnya kepada KOMPAS.com pada kesempatan sama.

Baca juga: Sikap FIFPro Soal Pemain Pelanggar Protokol Kesehatan di Liga 1

"Di Indonesia sudah ada NDRC dari tahun lalu, jadi ini alasan Indonesia salah satu yang terbaik. NDRC ada di Indonesia, jadi mereka punya perlindungan baik bagi pemain."

"Namun, pada kenyataannya tak bekerja dengan baik."

"Apa yang kami pelajari dari pengalaman ini, walau sudah ada struktur football governance yang rumit, selama stakeholder tak mengerti struktur tersebut, maka semua tak akan bekerja," ujarnya lagi.

"Ini yang terjadi di Indonesia."

"Pesannya sangat penting. Kenapa kita perlu NDRC? Kenapa pemain asing di Indonesia bisa pergi untuk mendapatkan proteksi lebih? Kenapa pemain asing di Indonesia lebih suskses meninggalkan Indonesia untuk ke DRC FIFA?"

"Ada diskriminasi antara pemain domestik dan asing, terkait kontrak."

"Saya ingin mengatakan di sini bahwa pesannya penting. Mengerti filosofi football governance sangat-sangat penting."

"Kita sudah menghabiskan banyak waktu, mengadakan seminar dan dialog."

"Namun, sayangnya ada beberapa orang dari klub yang mengatakan kenapa perlu NDRC ini? Padahal mekanisme ini wajib adanya di regulasi FIFA."

"Pertanyaan ini masih ada bahkan di seminar penutup saat kami menyiapkan NDRC (Juli 2019)," ujarnya menutup.

Pada kesempatan terpisah, General Manager APPI Ponaryo Astaman mengakui bahwa NDRC bergerak kalau pemain dengan klub tidak dapat mencapai kata sepakat.

Baca juga: APPI Ungkap Ada Pemain yang Gajinya di Bawah UMR karena Pandemi Covid-19

"Kalau akhirnya pemain dan klub sepakat, tentu masalahnya tidak akan sampai ke NDRC," tutur Ponaryo kepada KOMPAS.com.

Contoh klub yang sudah memasuki tahapan keputusan NDRC adalah Perserang dan PSKC.

General Manager APPI, Ponaryo Astaman, saat berkunjung ke Redaksi BolaSport.com pada Februari 2019.KOMPAS.com/Firzie A. Idris General Manager APPI, Ponaryo Astaman, saat berkunjung ke Redaksi BolaSport.com pada Februari 2019.

"Kedua klub sudah diputuskan oleh NDRC untuk mengabulkan gugatan pemain. Klub harus membayar tunggakan (kekurangan gaji) terhadap mereka."

"Ini kasus yang terkait dengan renegosiasi gaji. Mungkin ada beberapa lagi akan menyusul dalam waktu dekat."

Ia juga mengakui kalau ada banyak keputusan dari NDRC yang belum dieksekusi.

"Sanksi dari NDRC itu kan bertahap, pertama wajib bayar dlm waktu 45 hari. Kalau tidak dilaksanakan lalu berlanjut sanksi tidak boleh registrasi pemain dan transfer selama 3 periode dst," ujar mantan gelandang timnas Indonesia ini.

Baca juga: APPI Akui Ada Dampak secara Bisnis jika Kompetisi Dilanjutkan Tanpa Penonton

"Nah, ini beberapa putusan terhadap klub belum diselesaikan, bahkan saat Liga 2 kemarin baru mau dimulai (saat belum pandemi). Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa daftar pemain baru kalau ada sanksi dari NDRC?"

"Ini kan jadinya kesalahan sistemik."

"Ini yang dimaksud oleh Takuya terkait keputusan NDRC tidak dijalankan."

"Di FIFA, eksekutornya adalah komite pemain. Di PSSI, karena komite pemain tidak jalan maksimal, yang paling dekat adalah komisi disiplin. Ini yang kita bersurat dan belum dapat respon dr PSSI."

"Dengan kondisi ini tentu dengan report ke FIFPro kita akan teruskan ke FIFA nantinya, supaya ini bisa dijalankan."



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persipura Vs Persija, Fokus Macan Kemayoran demi 3 Poin Perdana

Persipura Vs Persija, Fokus Macan Kemayoran demi 3 Poin Perdana

Liga Indonesia
Prediksi Line Up Juventus Vs Milan: Ibra-Giroud Absen, Rossoneri Masih Punya Rebic

Prediksi Line Up Juventus Vs Milan: Ibra-Giroud Absen, Rossoneri Masih Punya Rebic

Liga Italia
PS Sleman Vs Arema - 5 Pemain Dipanggil Timnas, Eduardo Almeida Dilema

PS Sleman Vs Arema - 5 Pemain Dipanggil Timnas, Eduardo Almeida Dilema

Liga Indonesia
Solskjaer Beri Penjelasan: Ronaldo Bukan Berlagak Jadi Pelatih, tetapi...

Solskjaer Beri Penjelasan: Ronaldo Bukan Berlagak Jadi Pelatih, tetapi...

Liga Champions
Hasil Lengkap UFC Vegas 37, Kuncian Anthony Smith Bikin Superman Tak Berkutik

Hasil Lengkap UFC Vegas 37, Kuncian Anthony Smith Bikin Superman Tak Berkutik

Sports
Ditahan Imbang 10 Pemain Bali United, Pelatih Persib Kecewa Berat

Ditahan Imbang 10 Pemain Bali United, Pelatih Persib Kecewa Berat

Liga Indonesia
Hasil Imbang Lawan Bali United Jadi Pelajaran Berharga untuk Persib

Hasil Imbang Lawan Bali United Jadi Pelajaran Berharga untuk Persib

Liga Indonesia
Link Live Streaming MotoGP San Marino: Kans Bagnaia Raih Kemenangan Beruntun

Link Live Streaming MotoGP San Marino: Kans Bagnaia Raih Kemenangan Beruntun

Motogp
Profil Eduardo Almeida, 'Jadian' dengan Arema FC pada Kesempatan Ketiga

Profil Eduardo Almeida, "Jadian" dengan Arema FC pada Kesempatan Ketiga

Sports
Posisi di Klasemen Bukan Jaminan, Milan Lebih 'Inferior' Dibanding Juventus

Posisi di Klasemen Bukan Jaminan, Milan Lebih "Inferior" Dibanding Juventus

Liga Italia
Jadwal Liga Spanyol: Real Madrid Jadi Tamu Valencia, Tersandung Hal Biasa

Jadwal Liga Spanyol: Real Madrid Jadi Tamu Valencia, Tersandung Hal Biasa

Liga Spanyol
AC Milan Krisis Pemain Jelang Lawan Juventus, Tomori Jadi Bek Kanan?

AC Milan Krisis Pemain Jelang Lawan Juventus, Tomori Jadi Bek Kanan?

Liga Italia
Sadio Mane, Mimpi Buruk Crystal Palace dan Kisah 100 Gol bagi Liverpool

Sadio Mane, Mimpi Buruk Crystal Palace dan Kisah 100 Gol bagi Liverpool

Sports
Wimbledon, Turnamen Tenis Tertua di Dunia

Wimbledon, Turnamen Tenis Tertua di Dunia

Sports
Jelang Debut Kandang bareng PSG, Lionel Messi Tenang dan Bahagia

Jelang Debut Kandang bareng PSG, Lionel Messi Tenang dan Bahagia

Liga Lain
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.