Pelatih Menyayangkan Persebaya Gagal Berkandang di Sidoarjo

Kompas.com - 20/09/2020, 15:40 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.

SURABAYA, KOMPAS.com - Persebaya Surabaya dipastikan gagal bermarkas di Stadion Gelora Sidoarjo untuk lanjutan Liga 1 2020 karena terkendala masalah perizinan dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Pihak Pemkab berdalih kondisi Covid-19 yang terus meningkat di wilayah Sidoarjo menjadi pertimbangan utama.

Selain itu, Sidoarjo juga akan menjalani dua hajatan besar, yakni Pilkada Sidoarjo 2020 serta pemilihan Kepala Desa serentak.

Aji Santoso cukup menyayangkan kabar tersebut, karena selain jaraknya dekat Surabaya, di stadion yang berada di jantung Sidoarjo tersebut bak rumah kedua bagi Hansamu Yama dan kawan-kawan.

Baca juga: Sambut Liga 1, Persebaya Asah Seni Bertahan

Akan tetapi, jika memang sudah tidak bisa diusahakan lagi, mau tidak mau Persebaya Surabaya harus memikirkan opsi yang lain.

"Saya sudah pernah sampaikan pada manajemen, memang akan lebih efisien dan efektif kalau kami bisa main di Sidoarjo," kata Aji Santoso.

"Akan tetapi, kalau itu menemukan jalan buntu, tidak mendapatkan ijin, jelas di mana saja saya sebagai pelatih akan mengikuti arahan dari manajemen," tutur pelatih berusia 50 tahun itu.

Persebaya Surabaya sendiri hingga saat ini belum memberikan rilis terkait stadion baru yang akan mereka ajukan dan masih akan berkordinasi dengan PT LIB.

Namun, beredar wacana untuk memusatkan ke daerah Yogyakarta atau Sleman bagi klub-klub yang bermasalah dengan pengajuan kandang.

Baca juga: Aji Santoso Tak Segan Pinggirkan Pemain Persebaya yang Tidak Serius

Di sisi lain, di Jawa Timur ada banyak stadion yang bisa digunakan Persebaya seperti Stadion Tri Dharma Gresik atau Stadion Gelora Soprijadi Blitar atau Stadion. 

Selain itu, Bajul Ijo juga bisa menumpang ke stadion tim lain seperti Stadion Surajaya Lamongan atau Stadion Brawijaya Kediri.

"Jadi apakah kami di Sidoarjo atau mungkin di Lamongan, atau di Yogyakarta sekalipun, bagi saya tidak ada masalah," ujar Aji.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X