Ada Mitos "Kutukan" Pemain Bertato Singa di Arema...

Kompas.com - 17/09/2020, 09:20 WIB
Pemain muda asal Brasil yang mengikuti trial di Arema FC, Pedro Bartoli memamerkan tato kepala singa. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain muda asal Brasil yang mengikuti trial di Arema FC, Pedro Bartoli memamerkan tato kepala singa.

MALANG, KOMPAS.com - Di arena lapangan hijau, terdapat beberapa pemain yang memiliki tato pada bagian tubuhnya.

Begitu juga dengan pemain-pemain yang pernah berseragam Arema FC.

Salah satu tato yang dibuat sebagian besar memiliki makna tertentu, termasuk mitos pemain-pemain dengan tato kepala atau wajah sang raja hutan, yang tidak akan pernah bertahan lama di Arema.

Mitos yang lain menyebutkan, pemain dengan tato kepala singa bakal menjadi one season wonder player, alias pemain yang hanya tampil gemilang sesaat, kemudian menurun.

Sejauh ini, sudah ada tujuh pemain yang sudah menjadi korban dari mitos tato singa saat bergabung dengan Arema, berikut di antaranya:

1. Franco Hitta

Franco Hitta mungkin menjadi pionir kutukan tato singa di Arema. Diketahui, pemain asal Argentina tersebut menjadi pemain paling awal yang meredup setelah memiliki tato singa saat membela Arema.

Namanya melejit setelah berhasil mengantarkan Arema juara Piala Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 2005. Kemudian, pada 2006, dia membuat tato kepala singa pada lengan kanannya yang kerap ditunjukkan saat melakukan selebrasi.

Pada tahun yang sama, Hitta berhasil mengantar Arema menjuarai Piala Indonesia untuk yang kedua kalinya.

Baca juga: Pemain Brasil yang Latihan bersama Arema FC Pamit

Namun, masuk tahun 2007, pemain kelahiran Mendoza tersebut menjadi korban seleksi Miroslav Janu yang baru saja saja diangkat menjadi pelatih.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X