FIFA: Pandemi Corona Gerus Duit Sepak Bola Dunia

Kompas.com - 16/09/2020, 21:28 WIB
Penonton sepakbola di stadion dalam pertandingan persahabatan di Berlin DW IndonesiaPenonton sepakbola di stadion dalam pertandingan persahabatan di Berlin

BELLINZONA, KOMPAS.com - FIFA dalam pernyataan terkininya menyebut pandemi corona yang sudah berjalan sekitar enam bulan lebih mulai Maret 2020 menggerus perolehan duit sepak bola dunia.

"Angkanya mencapai 11 miliar dollar AS," kata Ketua Penasihat (SC) FIFA untuk Pandemi Corona Olli Rehn, Rabu (16/9/2020).

Pelatih sekaligus manajer timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan), mengamati anak asuhnya dalam training center di Kroasia.Dok. PSSI Pelatih sekaligus manajer timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan), mengamati anak asuhnya dalam training center di Kroasia.

Jika dirupiahkan, angka 11 miliar dollar AS ada di kisaran Rp 154 triliun.

Tercatat, lebih dari 150 asosiasi sepak bola meminta bantuan dana ke FIFA.

Baca juga: FIFA Kehilangan Banyak Uang

FIFA hingga kini menyiapkan dana bantuan mencapai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 triliun.

Ilustrasi dollar ASThinkstock.com Ilustrasi dollar AS

Dana yang disiapkan termasuk besar.

"Di dalamnya sudah termasuk dana pembiayaan untuk tim usia muda," kata Olli Rehn.

Sepak bola dunia kehilangan pendapatan lantaran tak ada penonton langsung di stadion dan ketiadaan dana hak siar dari televisi.

Para pemain timnas Indonesia telah menjalani swab test pada Jumat (24/7/2020) siang WIB.DOK. PSSI Para pemain timnas Indonesia telah menjalani swab test pada Jumat (24/7/2020) siang WIB.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X