5 Pertanyaan Seputar Kemungkinan Gareth Bale ke Tottenham

Kompas.com - 16/09/2020, 21:00 WIB
Gelandang Real Madrid asal Wales, Gareth Bale. AFP PHOTO / PIERRE-PHILIPPE Gelandang Real Madrid asal Wales, Gareth Bale.

KOMPAS.com - Tottenham Hotspur dilaporkan berupaya keras menyelamatkan Gareth Bale dari mimpi buruknya di Real Madrid.

Jendela untuk mendatangkan Gareth Bale setelah tujuh musim terbuka seiring keinginan kubu Real Madrid untuk meringankan beban gaji pemain asal Wales tersebut dari halaman akutansi klub.

Spurs melepas Gareth Bale ke Real Madrid setelah menerima pinangan senilai 85 juta pound pada 2013 yang menjadi rekor transfer dunia ketika itu.

Beberapa pertanyaan pun muncul seputar rumor kembalinya Gareth Bale ke kubu London putih ini.

Baca juga: Andros Townsend: Gareth Bale Pantas Dibuatkan Patung di Real Madrid

Sebagian tanda tanya dijawab oleh tim The Athletic seperti pertanyaan utama, siapa yang ingin Bale ke Spurs, pelatih Jose Mourinho atau chairman Daniel Levy?

Jawabannya: Daniel Levy.

"Daniel punya ruang di hatinya untuk Bale, selalu," tutur seorang sumber klub kepada media olahraga asal Inggris tersebut.

Pemain sayap Tottenham, Gareth Bale.AFP Pemain sayap Tottenham, Gareth Bale.

"Transfer ini dimengerti datang dari Daniel Levy ketimbang Jose Mourinho. Sang chairman Tottenham yang pada akhirnya membuat keputusan soal transfer, terlepas dari apa yang sang pelatih inginkan," tulis Jack Pitt-Brooke dari Athletic.

Pengalaman Bale juga dikatakan bakal memberi "perbedaan besar dan para pemain kunci akan menyambut transfer ini."

Pertanyaan kedua adalah apakah Spurs mampu untuk membayar gaji 600.000 pound per pekan Gareth Bale?

Harry Kane dan Tanguy Ndombele dilaporkan sebagai dua pemain dengan gaji terbesar di skuat Lilywhites yang masing-masing dibayar 200.000 per pekan.

Namun, remunerasi yang diterima Gareth Bale di Real Madrid jauh di atas mereka.

Baca juga: Dicampakkan Real Madrid, Gareth Bale Ingin Pulang ke Tottenham

Bayaran Bale di Madrid adalah 600.000 pound (Rp 11,5 miliar) per pekan, jauh lebih besar dari batas atas manajemen Tottenham yang terkenal menjaga ketat pengeluaran pemain.

Spurs memiliki rasio gaji berbanding perputaran uang klub di angka 39 persen, terendah di Premier League.

Oleh karena itu, operasi mendatangkan Gareth Bale ini hanya bisa sukses apabila Madrid memenuhi janji mereka untuk membayar 50 persen gaji sang pemain.

 

Pertanyaan berikut adalah, apakah Gareth Bale ingin kembali ke Spurs?

Jawaban singkatnya adalah: Iya.

"Gareth masih cinta Spurs dan ia ingin berada di sana," tutur agen sang pemain, Jonathan Barnett, ke BBC.

Gelandang Tottenham Hotspur, Gareth Bale (kanan) saat mengejar bola dalam laga derbi melawan Arsenal pada lanjutan Premier League di White Hart Lane, Minggu (3/3/2013). Spurs menang 2-1 dalam laga tersebut. AFP/ GLYN KIRK Gelandang Tottenham Hotspur, Gareth Bale (kanan) saat mengejar bola dalam laga derbi melawan Arsenal pada lanjutan Premier League di White Hart Lane, Minggu (3/3/2013). Spurs menang 2-1 dalam laga tersebut.

Bale juga dilaporkan ingin kembali ke Spurs agar dapat bermain di Piala Eropa 2020.

Jika Bale datang ke Spurs atas undangan Levy, Jose Mourinho tetap harus menemukan ruang bagi sang pemain di timnya.

 

Athletic melaporkan bahwa posisi paling memungkinkan bagi Bale adalah di sisi kanan skema 4-3-3 atau 4-2-3-1 andalan sang pelatih.

Kendati Bale biasa bermain di posisi kiri, sumber sama mengutarakan bahwa Mourinho mungkin tak akan menaruh sang pemain di slot yang telah menjadi milik Son Heung-min tersebut.

Baca juga: Man United Didesak Lupakan Jadon Sancho dan Alihkan Fokus ke Gareth Bale

Alhasil, gelandang asal Brasil, Lucas Moura, akan menjadi tumbal bagi kedatangan Bale.

Alternatif lain adalah bagi Mou untuk menggeser formasi timnya menjadi 4-4-2 dengan menurunkan tandem Bale dan Harry Kane di depan.

Pertanyaan terakhir adalah, apakah Gareth Bale bisa menemukan performa terbaiknya di Spurs?

Gelandang serang Tottenham Hotspur dari Wales, Gareth Bale.AFP PHOTO/GLYN KIRK Gelandang serang Tottenham Hotspur dari Wales, Gareth Bale.

Gareth Bale pergi dari Tottenham tujuh tahun lalu sebagai seorang pemain yang dapat memporak-porandakan pertahanan tim-tim terbaik di dunia.

Namun, serangkaian cedera yang ia terima di Real Madrid bisa jadi membuatnya pemain yang jauh berbeda.

Hubungan sang pemain dan pelatih Zinedine Zidane secara efektif sudah tamat.

Bale pun hanya turun 20 menit bagi Real Madrid musim lalu.

Transfer kembali ke Totenham diyakini bisa menyegarkan sang pemain.

Apalagi, waktu bermain minim yang ia jalani selama 2-3 tahun terakhir dapat berarti Bale akan lebih bugar ketimbang kondisi normal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipecat Chelsea, Nasib Lampard Tidak Semujur Arteta dan Solskjaer

Dipecat Chelsea, Nasib Lampard Tidak Semujur Arteta dan Solskjaer

Liga Inggris
Derby Krisis Keuangan, Wayne Rooney Rela Tak Dapat Bayaran

Derby Krisis Keuangan, Wayne Rooney Rela Tak Dapat Bayaran

Liga Inggris
Uang Besar Masalah Besar di Chelsea, Lampard Pun Terjerat Jebakan...

Uang Besar Masalah Besar di Chelsea, Lampard Pun Terjerat Jebakan...

Liga Inggris
Ucapan Frank Lampard untuk Abramovich Usai Dipecat Chelsea

Ucapan Frank Lampard untuk Abramovich Usai Dipecat Chelsea

Liga Inggris
Saat Lionel Messi Tak Bermain, Barcelona Selalu Menang...

Saat Lionel Messi Tak Bermain, Barcelona Selalu Menang...

Liga Spanyol
Usai Takluk dari Poirier, Conor McGregor Dihajar Kritik dan Dianggap Lemah

Usai Takluk dari Poirier, Conor McGregor Dihajar Kritik dan Dianggap Lemah

Sports
Mourinho soal Chelsea Pecat Lampard: Sepak Bola Makin Kejam...

Mourinho soal Chelsea Pecat Lampard: Sepak Bola Makin Kejam...

Liga Inggris
Punya Tekad Kuat, Asnawi Mangkualam Rela Potong Gaji demi Bermain di Korea Selatan

Punya Tekad Kuat, Asnawi Mangkualam Rela Potong Gaji demi Bermain di Korea Selatan

Sports
AFC Cup 2021 Bergulir, Bali United Tunggu Instruksi Manajemen

AFC Cup 2021 Bergulir, Bali United Tunggu Instruksi Manajemen

Liga Indonesia
Inter Milan Vs AC Milan, Rossoneri Bertekad Bangkit di Coppa Italia

Inter Milan Vs AC Milan, Rossoneri Bertekad Bangkit di Coppa Italia

Sports
Soal Peluang Comeback Marc Marquez, Dokter Ahli Ungkap Kemungkinan Terburuk

Soal Peluang Comeback Marc Marquez, Dokter Ahli Ungkap Kemungkinan Terburuk

Motogp
Kata Guardiola soal Pemecatan Frank Lampard: Jadi Manajer Harus Menang...

Kata Guardiola soal Pemecatan Frank Lampard: Jadi Manajer Harus Menang...

Sports
Southampton Vs Arsenal, Misi Balas Dendam Meriam London

Southampton Vs Arsenal, Misi Balas Dendam Meriam London

Liga Inggris
Rasa Penyesalan Frank Lampard Usai Dipecat oleh Chelsea

Rasa Penyesalan Frank Lampard Usai Dipecat oleh Chelsea

Liga Inggris
Kualifikasi Piala Dunia 2022 - Timnas Indonesia Berpotensi Tampil Pertengahan Tahun Ini

Kualifikasi Piala Dunia 2022 - Timnas Indonesia Berpotensi Tampil Pertengahan Tahun Ini

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X