Sosok Alfred Riedl di Mata Lerby Eliandry

Kompas.com - 11/09/2020, 18:20 WIB
Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl memberi arahan saat pertandingan laga final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016). Indonesia menang 2-1 atas Thailand dan akan bertanding di final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu (17/12/2016) mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPelatih timnas Indonesia Alfred Riedl memberi arahan saat pertandingan laga final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016). Indonesia menang 2-1 atas Thailand dan akan bertanding di final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu (17/12/2016) mendatang.

KOMPAS.com - Penyerang Bali United, Lerby Eliandry, bercerita tentang sosok Alfred Riedl, yang baru saja wafat.

Alfred Riedl baru saja mennggal dunia pada Selasa (8/9/2020) malam waktu setempat.

Mantan pelatih timnas Indonesia itu wafat pada usianya yang ke-70 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker.

Kepergian Riedl membuat dunia sepak bola Tanah Air berduka, tak terkecuali Lerby Eliandry yang pernah dilatih sang pelatih asal Austria tersebut.

Baca juga: Alfred Riedl Pernah Mendapat Donor Ginjal dari Pendukung Vietnam

Lerby Eliandry pernah menjadi skuad Garuda di era Alfred Riedl selama menjadi pelatih bagi Merah Putih.

Menariknya, kesempatan Lerby Eliandry yang mendapat panggilan Timnas di Era Alfred Riedl ini menjadi tangga awal karier seorang penyerang jangkung ini di sepak bola Indonesia.

Untuk itu, Lerby sangat mengenang jasa seorang Alfred Riedl yang membantu kariernya.

"Beliau orang yang sangat baik dan pelatih Timnas Senior pertama yang memanggil saya masuk ke dalam skuadnya," ucap Lerby dikutip Kompas.com dari laman resmi Bali United.

Baca juga: Tanpa Alfred Riedl, Kurnia Meiga Sempat Tak Percaya Diri...

"Beliau memberikan kepercayaan yang sangat luar biasa kepada saya. Saya sangat hormat dan respek dengan Beliau, karena tanpa jasa Beliau mungkin karier sepak bola saya tidak seperti saat ini," ucapnya.

"Kepercayaan itu membuat saya termotivasi untuk menjadi pemain yang terus belajar dan berusaha menjadi seorang penyerang terbaik," ujar Lerby.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X