Kompas.com - 01/09/2020, 15:20 WIB
Petinggi PT LIB Direktur Utama, Akhmad Hadian Lukita (tengah), Direktur Operasional Sudjarno (kiri) dan Manajer Persebaya Surabaya Candra Wahyudi (kanan) saat berdialog bersama di Kantor Persebaya Surabaya, Jawa Timur, Senin (31/08/2020) malam. Dokumentasi Persebaya SurabayaPetinggi PT LIB Direktur Utama, Akhmad Hadian Lukita (tengah), Direktur Operasional Sudjarno (kiri) dan Manajer Persebaya Surabaya Candra Wahyudi (kanan) saat berdialog bersama di Kantor Persebaya Surabaya, Jawa Timur, Senin (31/08/2020) malam.

SURABAYA, KOMPAS.com - Persebaya Surabaya mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan rombongan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).

Kesempatan itu ada usai menghadiri audiensi koordinasi pengamanan dan perizinan kompetisi bersama Kapolda Jawa Timur dan beberapa perwakilan klub Liga 1 Jawa Timur di Polda Jatim.

Dalam rombongan, tampak petinggi PT LIB seperti Direktur Utama Akhmad Hadian Lukita serta Direktur Operasional Sudjarno ke kantor Persebaya Surabaya, Senin (31/08/2020) malam.

Pada kesempatan tersebut, Persebaya Surabaya yang diwakili manajer tim Candra Wahyudi ikut membuka diskusi terkait kejelasan kompetisi yang dirasa belum tuntas. Protokol kesehatan salah satunya.

Baca juga: Hasil Swab Test Keluar, Persebaya Siap Kejar Ketertinggalan

Dari diskusi tersebut, Persebaya mendapatkan kesan positif karena merasa ada kemajuan dari pemaparan PT LIB.

“Kami sejauh ini mengkhawatirkan kepada bagaimana protokol kesehatan ketika liga bergulir dan ada beberapa paparan yang memang sedikit lebih maju daripada yang kami terima,” kata Chandra Wahyudi.

“Kami diskusikan beberapa hal yang selama ini menjadi pertanyaan dan PT LIB juga memberikan perkembangan terbaru soal protokol kesehatan seperti apa," tutur dia.

Chandra Wahyudi mempertegas kembali bahwa awal protokol kesehatan memang menjadi sorotan utama Persebaya.

Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut berharap agar protokolnya diperjelas dan dipercepat sehingga sampai kepada klub.

Hingga saat ini, klub tidak memiliki panduan yang jelas untuk menjalankan protokol kesehatan.

Masing-masing klub menjalankan standarnya sendiri-sendiri yang dirasa paling baik.

"Oleh karena itu, sekarang ini klub menjalankan standar masing-masing yang berbeda-beda. Ada yang rapid test dulu, ada yang swab test dulu."

“Kami Persebaya akhirnya mengambil langkah atau standar yang menurut kami lebih bagus, dengan melakukan swab. Kamu juga mengusulkan supaya ada keseragaman soal standar itu, karena itu sangat penting untuk kelanjutan liga,” ucap dia.

Baca juga: Evaluasi Aji Santoso pada Latihan Perdana Persebaya Surabaya

Satu lagi  Candra Wahyudi menegaskan Persebaya Surabaya tidak pernah kontra dengan keputusan yang dibuat oleh PT LIB.

Namun, apa yang dilontarkan selama ini sifatnya meminta kejelasan terhadap masalah yang sensitif ini.

“Kami tidak pernah melayangkan protes, yang kami lakukan adalah berdialog. Kami mengajak diskusi bahwa dalam situasi seperti sekarang ini protokol kesehatan menjadi concern utama. Malam ini kami mendapatkan diskusi yang lebih maju daripada sebelumnya," tutur Candra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.