Kompas.com - 31/08/2020, 19:00 WIB
Pemain asing Arema FC musim 2020, Elias Alderete saat laihan bersama di Stadion Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (26/08/2020) pagi. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain asing Arema FC musim 2020, Elias Alderete saat laihan bersama di Stadion Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (26/08/2020) pagi.

 

MALANG, KOMPAS.com - General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, angkat bicara terkait kontrak pemain asingnya, Elias Alderete, yang sedang ramai diperbincangkan.

Dia membenarkan bahwa pemain asal Argentina tersebut belum membubuhkan tanda tangan pada kontrak yang disodorkan Arema FC.

Saat ini, Elias Alderete terpantau mengikuti latihan rutin dalam sebulan terakhir.

Akan tetapi, Ruddy Widodo mengungkapkan belum ada kata sepakat terhadap kontrak baru, dengan alasan pihak pemain meminta kenaikan dari jumlah renegosiasi kontrak.

Baca juga: Diturunkan dalam Laga Uji Coba, Duo Brasil Arema Banyak Evaluasi

"Wajar dalam kontrak itu ada renegosiasi. Arema berpedoman kepada surat PSSI, SKEP 48 dan 53. Agennya minta tambahan," kata pria berkacamata itu.

Ruddy Widodo sendiri sudah menegaskan bahwa urusan kontrak kembali diserahkan seluruhnya kepada pemain.

Jika berkenan, akan berlanjut, jika tidak, manajemen tidak memaksa.

Manajemen pun juga tidak semena-mena dalam melakukan renegosiasi kontrak.

Perhitungan renegosiasi kontrak pemain berpegang teguh pada acuan yang diberikan PSSI melalui SKEP No 48 dan 53, tak terkecuali pemain asing.

Baca juga: Meski Masuk Regulasi, Pemain U20 Arema FC Tak Dapat Jaminan Pasti Bermain

"Prinsipnya begini, Arema ini anggota PSSI, acuan suratnya kan sudah jelas juga," katanya.

Dalam surat SKEP 48 dan 53 disebutkan masalah pembayaran gaji pemain sebesar 25 persen selama masa kahar.

"Karena negosiasi di bawah itu tidak mungkin, akhirnya kami ambil opsi kembali ke 25 persen," ucap Ruddy Widodo.

"Sementara untuk bulan September 50 persen dari nilai kontrak. Rumusnya, misal kontrak pemain 1 M, berarti kan jadi 500 juta. Dari 500 juta itu sudah terima berapa? Sisanya baru dibagi sisa bulannya," katanya.

Baca juga: Mundur dari Arema FC, Oh In-kyun Gantung Sepatu

Manajemen sendiri terus membuka diri untuk duduk bersama untuk menemukan kata sepakat. Dengan syarat, kedua belah pihak harus sama-sama bisa berempati dengan kondisi saat ini dan mematuhi regulasi.

"Kita kan hidup di Indonesia, jadi ya manut sama siapa lagi. Induk sepak bola kan PSSI jadi ya patuh pada PSSI," tutur pria 48 tahun itu.

Yang jelas Arema FC siap dengan skenario terburuk. Ruddy Widodo memastikan Singo Edan akan tetap melaju melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 meskipun harus kehilangan satu lagi tenaga asingnya.

"Ya tidak masalah, pakai lokal saja. Kami menang melawan Persikabo menggunakan pemain lokal saja. Siap saja kami," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.