PSG Jadi Korban Ke-7 Kutukan Tim Debutan Final Liga Champions

Kompas.com - 24/08/2020, 09:20 WIB
Neymar meluapkan kesedihan setelah gagal meraih trofi Liga Champions musim ini bersama PSG yang dikalahkan Bayern Muenchen pada laga final, 23 Agustus 2020. AFP/ ANADOLU AGENCY/ HAND/ UEFA/ LAURENCE GRIFFITHSNeymar meluapkan kesedihan setelah gagal meraih trofi Liga Champions musim ini bersama PSG yang dikalahkan Bayern Muenchen pada laga final, 23 Agustus 2020.

KOMPAS.com - Perjuangan Paris Saint-Germain ( PSG) saat kali pertama tampil di final Liga Champions berakhir antiklimaks.

Klub berjuluk Les Parisiens itu takluk 0-1 dari Bayern Muenchen pada partai puncak Liga Champions 2019-2020 yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Senin (24/8/2020) dini hari WIB.

Kekalahan PSG semakin terasa pahit setelah satu-satunya gol yang dicetak Bayern Muenchen datang dari mantan pemain mereka, Kingsley Coman.

Coman menggetarkan gawang PSG pada menit ke-59 seusai memanfaatkan umpan matang Joshua Kimmich.

Baca juga: Final Liga Champions PSG Vs Bayern, Kata Pahlawan Die Roten, Kingsley Coman

Hasil ini sekaligus memperpanjang sejarah kelam tim debutan atau yang baru pertama kali tampil di final Liga Champions.

PSG bukan satu-satunya tim debutan final yang berakhir mengenaskan.

Les Parisiens menjadi korban ketujuh setelah enam tim debutan sebelumnya juga menderita hasil serupa.

Berdasarkan data dari Sky Sports, kali terakhir tim debutan final berhasil memetik kemenangan adalah saat Borussia Dortmund (Jerman) menjuarai Liga Champions pada 1997.

Keberhasilan Dortmund sebagai tim debutan terukir pada Liga Champions 1996-1997 dengan mengalahkan wakil Italia, Juventus.

Baca juga: PSG Gagal Juara Liga Champions, Fans Picu Kerusuhan di Paris

Setelah itu, belum ada tim debutan lain yang mampu mengulang prestasi Dortmund.

Situasi ini seolah menjadi kutukan bagi tim-tim debutan final Liga Champions.

PSG yang tampil impresif sebelum mencapai final pun gagal mengakhiri kutukan tersebut.

Penderitaan PSG tak berhenti di situ. Mereka juga gagal mengukir sejarah klub setelah trofi Liga Champions pertama mereka luput ke genggaman Bayern Muenchen.

Bagi Bayern Muenchen, ini adalah trofi Liga Champions keenam mereka, setara dengan koleksi Liverpool.



Sumber Sky Sports
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X