Final Liga Champions PSG Vs Bayern, Kata Pahlawan Die Roten, Kingsley Coman

Kompas.com - 24/08/2020, 05:50 WIB
Winger Bayern Muenchen, Kingsley Coman (tengah) mengangkat trofi Liga Champions 2019-2020. POOL / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGES VIA AFPWinger Bayern Muenchen, Kingsley Coman (tengah) mengangkat trofi Liga Champions 2019-2020.
|

KOMPAS.COM - Winger Bayern Muenchen, Kingsley Coman, terpilih jadi Man of the Match atau bintang pertandingan berkat penampilan apiknya dalam laga final Liga Champions antara Bayern vs Paris Saint-Germain.

Kingsley Coman tampil luar biasa karena mencetak gol penentu kemenangan Bayern pada menit ke-59.

Coman berhasil mengubur impian PSG yang notabene bekas timnya, melalui tandukan yang sangat keras.

Gol ke-500 Bayern itu lahir tidak terlepas dari kecerdasan Joshua Kimmich. Tanpa terkawal dan berdiri di depan kotak penalti lawan, Kimmich dengan kaki kanannya mengirimkan bola yang arahya melengkung ke dekat tiang gawang PSG.

Baca juga: Profil Kingsley Coman: Disia-siakan Juve, Jadi Pahlawan Bayern di Final Liga Champions

Coman kemudian akhirnya berjodoh si kulit bulat. Coman yang berdiri bebas, berhasil menyambar bola dengan kepalanya.

Bola hasil tandukan Coman memantul ke tanah, sebelum bergulir ke gawang PSG yang dikawal Keylor Navas.

Gol indah Coman tersebut membuat Bayern meraih trofi ke-6 Loga Champions, menyamai torehan Liverpool.

"Gol yang luar biasa dan rasanya sangat senang sekali. Saya bersimpati kepada PSG karena mereka tampil luar biasa dan kami harus mengapresiasi penamplan PSG," kata Coman.

Coman menjelaskan, kunci kemenangan Bayern berkat keberhasilan tim menekan PSG.

"Mereka sering melancarkan serangan balik. Kami tidak kebobolan dan itu yang paling penting. PSG tampil luar biasa tapi kami juga. Ini adalah final yang luar biasa," tutur Coman.

Kingsley Coman masih berusia 24 tahun dan ia sudah mengoleksi 20 trofi bersama klub dan negaranya.

Coman pun menjadi pemain pertama Perancis yang berhasil mencetak gol kemenangan di laga final Liga Champions sejak Zinedine Zidane pada 2002.

Saat itu, Zidane berhasil mengantarkan Real Madrid menjadi juara setelah mengalahkan Bayer Leverkusen 2-1.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X