Kompas.com - 21/08/2020, 21:40 WIB

KOMPAS.com - Penggiat sepak bola usia muda, Jaino Matos, mengutarakan bahwa Indonesia tak kekurangan stok pemain muda asalkan program pemolesan mereka tepat dari atas sampai bawah.

Mantan pelatih Persiba Balikpapan itu juga mengatakan bahwa dirinya tidak anti program naturalisasi apabila pemain-pemain bersangkutan telah berkontribusi besar dI Indonesia.

Jaino Matos mengutarakan beberapa hal ini saat KOMPAS.com menanyakan pendapatnya mengenai kedatangan lima pemain muda asal Brasil ke klub-klub Liga 1 dalam beberapa hari terakhir.

Disinyalir, kelima pemain ini datang sebagai program "terobosan" PSSI untuk mendongkrak kesuksesan timnas di Piala Dunia U20 2021 lewat upaya naturalisasi atau nasionalisasi.

Baca juga: Langkah Terobosan PSSI dan Istilah Nasionalisasi, Bukan Naturalisasi

Berbicara mengenai para pemain tersebut, Jaino Matos mengatakan bahwa Merah Putih tak memerlukan pemain naturalisasi.

Menurutnya, Tanah Air punya segudang pemain dengan talenta besar. Namun, ada syarat-syarat yang harus dilengkapi agar potensi para pemain Indonesia terpenuhi.

"Indonesia tak butuh pemain naturalisasi. Tidak butuh. Talenta Indonesia cukup, dengan catatan apabila program-program semua segmen dari paling bawah sampai atas terintegrasi dengan baik," tuturnya kepada KOMPAS.com.

"Apabila pola latihan, sains, ilmu pengetahuan, dan program perorangan tepat, kita bisa meningkatkan potensi pemain lokal."

Jaino pun berbicara mengenai potensi para pemain muda asal Brasil tersebut apabila benar mereka nantinya akan dinaturalisasi demi menghadapi Piala Dunia U20 2021.

Ia membandingkan beberapa pemain yang telah menjalani naturalisasi serta para pemain dengan garis keturunan Indonesia seperti Jack Brown yang tengah tergabung ke TC Timnas U19.

Baca juga: Pengkhianatan PSSI Jika Isu Naturalisasi Pemain Muda Benar Adanya

"Pemain naturalisasi itu apa? Jack Brown itu orang Indonesia, bukan naturalisasi. Ibunya orang Indonesia, punya paspor Indonesia. Dia berhak main Indonesia dan berhak membela negara ini," tuturnya.

"Kemudian, ada pemain seperti Raphael Maitimo, Irfan Bachdim, dan Diego Michiels, mereka ini orang-orang Indonesia dari garis keturunan mereka, baik ayah/ibu atau kakek-nenek. Mereka berhak."

"Lalu, ada pemain seperti Beto Goncalves, mungkin pemain asing terbaik di Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Beto memiliki istri dan anak orang Indonesia," tutur pria asal Brasil yang menghabiskan tujuh tahun terakhir di Indonesia tersebut.

Baca juga: Aji Santoso Sorot Isu Naturalisasi Pemain Brasil untuk Piala Dunia U20

"Sama dengan Spaso (Ilija Spasojevic) dan Greg (Nwokolo)."

"Jadi naturalisasi itu beda-beda. Beto dkk dinaturalisasi berdasarkan prestasi dan ikatan dengan Indonesia."

"Sekarang, pemain datang dari Brasil, kualitasnya seperti apa? Siapa bisa menjamin kualitas mereka? Apa hubungan mereka dengan Indonesia? Tidak ada sama sekali. Main buat klub atau timnas Indonesia akan sama saja bagi mereka," tuturnya.

"Para pemain ini tak punya ikatan batin sama sekali ke Indonesia. Bagaimana mau membela Indonesia secara sungguh-sungguh? Tidak masuk akal."

"Siapa yang memilih pemain-pemain itu?"

"Khusus untuk kasus ini, saya sangat-sangat tidak setuju sama sekali. Saya berharap keputusan itu tidak merusak persiapan yang telah dijalankan coach Shin Tae-yong," ujar pria yang pernah menangani Diklat Persib dan menjabat sebagai Kepala Departemen Science and Performance di Borneo FC ini.

Baca juga: Masalah Utama Pemain Muda Indonesia di Mata Jaino Matos

Kendati sama-sama berasal dari Brasil, Jaino Matos juga mengaku ia tak mengetahui atau mendengar sama sekali kabar mengenai para pemain muda ini sebelum mereka tiba di Tanah Air.

"Sama sekali saya tidak kenal mereka, tidak tahu siapa yang bawa, dan tidak ingin tahu. Cukup sibuk kegiatan saya sehari-hari," ujarnya.

Jaino juga mengatakan hal ini bisa dilihat sebagai langkah positif apabila kub-klub memang murni mendatangkan para personel muda tersebut sebagai persiapan untuk menghadapi regulasi U20 di Liga 1 2020 dan bukan karena alasan lain.

"Bisa juga juga mereka memanfaatkan peluang. Dari segi klub sebenarnya positif. Namun, aturan naturalisasi pemain tanpa ikatan sama sekali dengan Indonesia, apakah itu bisa diurus?" ujarnya lagi.

Melalui Direktur Teknik Indra Sjafri dan Head of Media Eko Rahmawanto, PSSI telah mengatakan bahwa kedatangan para pemain asal Brasil ini tidak ada hubungannya dengan federasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.