Kantongi Rp 3,4 Triliun, Liverpool Cetak Rekor di Liga Inggris

Kompas.com - 13/08/2020, 07:20 WIB
Selebrasi skuad Liverpool ketika mengangkat trofi juara Premier League, kasta teratas Liga Inggris, musim 2019-2020 di Stadion Anfield, Rabu 22 Juli 2020. AFP/ PHIL NOBLESelebrasi skuad Liverpool ketika mengangkat trofi juara Premier League, kasta teratas Liga Inggris, musim 2019-2020 di Stadion Anfield, Rabu 22 Juli 2020.

KOMPAS.comLiverpool memecahkan salah satu rekor di Liga Inggris setelah sukses jadi tim yang mengangkat trofi Premier League musim ini.

Dilansir BolaSport.com dari Daily Mirror, Liverpool tercatat memecahkan rekor sebagai klub dengan pendapatan tertinggi di akhir musim Liga Inggris.

Raihan tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang dicapai Man City pada musim 2018-2019.

Ketika itu, Liverpool dan Man City sama sama mengantongi pendapatan 150 juta pounds (Rp 2,9 triliun).

Baca juga: Kostas Tsimikas Pindah ke Liverpool karena Dorongan Sang Kakak

Musim ini, Liverpool bisa mengantongi uang tunai mencapai 175 juta pounds atau sekitar Rp 3,4 triliun.

Dana sebesar itu bisa didapatkan The Reds setelah pihak klub menunda untuk melakukan pemotongan pendapatan dari hak siar televisi.

Padahal, seluruh klub sebelumnya diharuskan mengembalikan pendapatan dari hak siar televisi karena Liga Inggris sempat ditunda.

Jumlah yang dibayarkan oleh seluruh peserta Liga Inggris bisa mencapai 330 juta pounds atau sekitar Rp 6,4 triliun.

Akan tetapi, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Liga Inggris pekan lalu, penundaan pemotongan hak siar Liverpool dikabulkan.

Dengan demikian, akhir musim ini, Liverpool akan menerima 'rejeki nomplok' sebesar Rp 3,4 triliun di lembar akutansi.

Baca juga: Liverpool Resmi Datangkan Bek Asal Yunani, Kostas Tsimikas

Halaman:


Sumber BolaSport
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X