Lembaga Pemerintahan Malang Raya Membiru untuk Arema FC

Kompas.com - 12/08/2020, 09:00 WIB
Salah satu kepala sekolah SDN Purwantoro VII Kota Malang, Mochammad Rifai mengenakan atribut Arema selama jam kantor untuk memeriahkan ulang tahun Arema FC yang ke 33 tahun, Selasa (11/08/2020) pagi.. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUSalah satu kepala sekolah SDN Purwantoro VII Kota Malang, Mochammad Rifai mengenakan atribut Arema selama jam kantor untuk memeriahkan ulang tahun Arema FC yang ke 33 tahun, Selasa (11/08/2020) pagi..

MALANG, KOMPAS.com - Demi menambah semarak hari ulang tahun ke-33 Arema FC, manajemen mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) untuk serentak membirukan lembaga pemerintahan dengan pernak-pernik Arema, Selasa (11/08/2020).

Media Officer Arema FC, Sudarmaji, mengatakan ajakan ini tanda bahwa Tim Singo Edan tidak ke mana-mana tapi berada di mana-mana.

Aktivitas ini untuk mengedukasi bahwa perayaan hari ulang tahun Singo Edan tak melulu soal konvoi atau euforia dalam keramaian.

Menyelipkan hal-hal kecil bertema Arema secara serempak sudah cukup membuat suasana sangat istimewa.

Baca juga: Arema FC Tolak Kegiatan Konvoi pada Hari Ulang Tahun

Ajakan ini pun disambut baik oleh Pemerintah Daerah Malang Raya untuk ikut memeriahkan dengan mengenakan atribut Arema selama jam kantor.

Salah satu lembaga yang terlibat aktif dalam menyemarakkan ajakan ini adalah SDN Purwantoro 8 Malang.

Biasanya, setiap tanggal 11 Agustus seluruh siswa, guru, dan staff dihimbau untuk menggunakan pernak-pernik Arema sehingga nuansa biru Singo Edan terasa selama kegiatan belajar mengajar.

Sayang, tahun ini hanya guru dan staff saja yang bisa berpartisipasi karena selama pandemi virus corona kegiatan siswa seluruhnya diliburkan.

“Menurut saya cukup bagus karena dalam rangka mendukung Arema supaya ke depannya Arema ini semakin solid dan syukur-syukur menjadi juara,” kata Mochammad Rifai S.Pd selaku Kepala Sekolah kepada Kompas.com.

Baca juga: Trio Argentina Pergi, Pelatih Kiper Arema FC Kerja Sambilan Jadi Penerjemah

Mochammad Rifai melanjutkan kegiatan ini tidak memberatkan karena tujuan utama dari himbauan tersebut adalah menyemarakkan sehingga tidak bersifat mengikat.

Terpenting adalah berbagi semangat untuk merayakan hari jadi tim kebanggaan Kota Malang tersebut.

“Tidak memberatkan, karena kami tidak mewajibkan harus mengenakan kaos atau pernak-pernik khusus. Karena dalam edaran disebutkan selain pakaian, bisa juga atribut. Jadi pakai syal saja juga tidak apa-apa,”

“Terpenting dengan memakai atribut ini merasa memiliki Arema,” pungkasnya.

Kegiatan ini bisa menjadi tradisi setiap tahunnya. Bahkan, muncul wacana usulan dari DPRD Kota Malang untuk menjadikan 11 Agustus sebagai Hari Arema atau Arema Day di Malang Raya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X