Kompas.com - 11/08/2020, 18:00 WIB
Bek Persib Bandung, Victor Igbonefo. KOMPAS.com/Septian NugrahaBek Persib Bandung, Victor Igbonefo.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemain belakang Persib Bandung, Victor Igbonefo, menyayangkan sistem degradasi dihapuskan dalam lanjutan Liga 1 2020.

Menurut Igbonefo, degradasi seharusnya tetap diberlakukan untuk menyemarakan persaingan di kompetisi.

Kebijakan untuk menghapus sistem degradasi dalam Liga 1 2020 diambil PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) karena kompetisi berlangsung dalam situasi luar biasa, terkait pandemi virus corona. Terlebih, seluruh pertandingan Liga 1 2020 akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Artinya, klub yang berasal dari daerah Pulau Jawa harus pindah kandang. Hal tersebut berpotensi membuat performa klub tersebut mengalami penurunan.

Baca juga: Persib Rancang Strategi Hadapi Jadwal Padat Kompetisi

 

Selain itu, jeda kompetisi yang terlalu panjang pun bisa memengaruhi penurunan performa pemain.

Meski menyayangkan, Igbonefo mengatakan, dirinya tetap menghargai keputusan federasi untuk menghapuskan sistem degradasi di kompetisi. Menurut dia, PSSI dan PT LIB pasti memiliki sejumlah pertimbangan khusus dalam mengeluarkan setiap kebijakan.

"Sepak bola tanpa degradasi sepertinya tidak bagus, seharusnya ada degradasi. tapi karena ini keputusan dari federasi kita harus ikut," kata Igbonefo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (11/8/2020).

Selain dihapuskannya sistem degradasi, kelanjutan Liga 1 2020 pun akan menerapkan sejumlah aturan baru. Salah satunya, semua aktivitas tim wajib mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Igbonefo mengaku tidak masalah dengan aturan tersebut. Dia justru mendukungnya, karena sangat positif demi keselamatan pemain dan seluruh elemen tim.

"Sangat penting, protokol kesehatan sangat penting bagi semua pemain dan semua orang dalam tim. kita tetap ikut aturan yang ada. harapan aku semoga tuhan selalu jaga pemain," tegas mantan pemain Persipura Jayapura itu.

Tidak hanya itu, seluruh pertandingan di kompetisi juga harus berlangsung tertutup. Artinya, tidak boleh disaksikan suporter. Menurut Igbonefo, akan ada kesan berbeda dari pemain saat menjalani laga tanpa penonton. Kendati demikian, itu adalah aturan yang harus ditaati semua pihak.

Igbonefo pun berpesan kepada bobotoh, agar tidak memaksakan datang ke stadion saat Persib bertanding. Menurut Igbonefo, bobotoh bisa mendukung Persib dari rumah. Dia pun berharap, agar situasi bisa kembali normal dan pertandingan bisa kembali disaksikan suporter.

"Sangat disayangkan karena kita mulai lagi liga ada tujuan, dan bobotoh sangat mendukung kita tapi karena selama pandemik ini kita sulit bertemu. Tetapi saya selalu ingin mereka mendukung kami dari rumah," ungkap Igbonefo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.