Arema FC Mencari Pelatih Baru Saja

Kompas.com - 11/08/2020, 09:20 WIB
General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo saat memberi sambutan saat latihan perdana seusai libur selama 5 bulan karena pandemi virus corona di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (03/08/2020) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuGeneral Manajer Arema FC, Ruddy Widodo saat memberi sambutan saat latihan perdana seusai libur selama 5 bulan karena pandemi virus corona di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (03/08/2020) sore.

MALANG, KOMPAS.com - General Manager Ruddy Widodo memastikan Arema FC akan mencari pelatih baru untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mario Gomez.

Namun, dengan berbagai pertimbangan, kemungkinan tidak akan menunjuk pelatih fisik baru sepeninggal Marcos Gonzales.

Ruddy Widodo banyak berdiskusi dengan tiga asisten pelatih yang tetap bertahan di Arema FC, Charis Yulianto, Singgih Pitono, dan Kuncoro.

Dari diskusi tersebut, manajemen banyak mendapatkan masukan mengenai masalah-masalah teknis di lapangan.

Baca juga: Ulang Tahun Arema, Cerita Teguh Amiruddin Bolos demi Konvoi Singo Edan

Berdasarkan pengalaman, Ruddy Widodo mendapatkan masukan dari salah satu asisten pelatih untuk tidak merekrut pelatih fisik baru.

Diakui, kehadiran pelatih fisik sangat bagus untuk pemain, tetapi dengan kondisi saat ini dirasa tidak efisien.

Menurut dia, program latihan fisik membutuhkan waktu tersendiri sehingga menggeser porsi latihan strategi.

"Marcos bagus, tetapi ritmenya tidak stabil karena lebih banyak fisik daripada strategi," kata pria berkacamata itu.

Baca juga: Arema FC Tolak Kegiatan Konvoi pada Hari Ulang Tahun

Dengan wacana tersebut, posisi pelatih fisik kemungkinan akan diserahkan kepada salah satu asisten pelatih yang ada.

Ini menjadi opsi yang realistis karena asisten pelatih Arema FC memiliki kualitas untuk melakukan tugas tersebut.

Ruddy Widodo berpegang pada diskusi yang dilakukan bersama mantan pelatih Arema, Rahmad Darmawan.

Dia mengatakan, setiap pelatih yang memang lisensi A dibekali dengan pengetahuan latihan fisik, tetapi memang butuh sertifikasi khusus agar dapat titel pelatih fisik.

"Saya jadi teringat perkataan Rahmad Darmawan, kalau pelatih mengambil lisensi A, itu pasti punya bekal. Jangankan latihan fisik,cara memijat yang benar saja itu diajari," tutur pria asal Madiun itu.

"Kebetulan mereka bertiga ini bisa, tinggal siapa nanti yang menonjol. Sejauh ini kan Singgih yang menonjol," katanya.

Baca juga: Arema FC Berharap Hasil Pertemuan dengan LIB Jadi Titik Balik Kelanjutan Liga 1



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X