Jelang Kembalinya Liga 1, Sesmenpora Minta PSSI Jamin Suporter Tak Datang ke Stadion

Kompas.com - 30/07/2020, 18:20 WIB
Sesmenpora Gatot S Dewabroto KOMPAS.com / DANI PRABOWOSesmenpora Gatot S Dewabroto

 

KOMPAS.com - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto memperingatkan PSSI dan operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru ( PT LIB) soal kehadiran suporter jelang kembali bergulirnya kompetisi.

PSSI dan PT LIB telah sepakat melanjutkan Liga 1 pada 1 Oktober 2020 setelah sempat ditangguhkan akibat virus corona sejak pertengahan Maret lalu.

Melihat bahwa sepak bola merupakan olahraga paling populer di Indonesia, kelanjutan Liga 1 2020 akan menyita perhatian banyak pihak khususnya para suporter.

Namun, publik sudah dipastikan tidak boleh hadir langsung ke stadion karena protokol kesehatan yang harus ditegakkan perihal Covid-19.

Baca juga: PSSI Janji Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Saat Liga 1 Kembali Bergulir

Sesmenpora pun meminta jaminan kepada PSSI dan PT LIB agar tak ada kerumunan suporter yang mendatangi stadion saat pertandingan bergulir.

"Kita ini kan sering ada hiruk-pikuk soal suporter. Jangan sampai, misalnya di Stadion Gelora Bung Karno, di dalamnya tidak ada penonton, tetapi di luar ada. Itu yang harus diatur," kata Gatot seperti dilansir dari Antara.

Gatot menekankan bahwa PSSI dan PT LIB mendapat dukungan penuh untuk melanjutkan kembali Liga 1 2020 yang sempat tertunda.

Akan tetapi, dia mengingatkan hal itu harus berjalan dengan teratur demi keamanan dan keselamatan banyak pihak.

Diungkapkan Gatot, dia tak ingin kelanjutan Liga 1 2020 justru memunculkan klaster baru penyebaran virus corona.

Karenanya dia meminta PSSI, PT LIB, dan klub-klub peserta untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X