Dapat Kesempatan Duduk Bersama PSSI, Persebaya Ungkap Keresahannya di Depan Publik

Kompas.com - 28/07/2020, 11:20 WIB
Manajer Persebaya Surabaya Candra Wahyudi (kanana) dan pelatih caretaker Bejo SUgiantoro saat melawan Arema FC pada Pekan 14 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 4-0 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (15/082019) sore. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUManajer Persebaya Surabaya Candra Wahyudi (kanana) dan pelatih caretaker Bejo SUgiantoro saat melawan Arema FC pada Pekan 14 Liga 1 2019 yang berakhir dengan skor 4-0 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (15/082019) sore.

SURABAYA, KOMPAS.com - Persebaya Surabaya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk duduk bersama dengan PSSI dalam sebuah acara webinar Bincang Sepak Bola yang diselenggarakan pada Senin (27/7/2020) malam.

Dalam kesempatan tersebut, manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menyampaikan keresahan manajemen kepada PSSI yang diwakili oleh Plt Sekretaris Jenderal Yunus Nusi.

Pada dasarnya Persebaya Surabaya memberikan apresiasi kepada PSSI yang sudah memeras tenaga dan pikiran untuk memutar kembali kompetisi.

Teranyar, PSSI berhasil mendapatkan izin dari Badan Nasional Penanggulangan Pencana (BNPB) untuk menyelenggarakan kompetisi pada Oktober.

Baca juga: Persebaya Tanggapi PSSI Sudah Dapat Izin BNPB untuk Lanjutkan Liga

Namun, Persebaya Surabaya merasa permasalahannya bukan pada lanjut atau tidaknya kompetisi.

Tetapi lebih kepada bagaimana menyiapkan sistem kompetisi yang baru di tengah situasi pandemi ini sehingga tim-tim merasa nyaman untuk berpartisipasi.

Persebaya Surabaya mengakui ada progres yang ditunjukan dari waktu ke waktu.

Meski demikian, progres tersebut belum cukup untuk memenuhi ekspektasi Persebaya Surabaya.

"Apa yang disampaikan tadi itu juga masih ditawarkan, misalnya seperti hak komersial 800 juta dan sebagainya, belum ada keputusan apa-apa," kata Manajer Persebaya, Candra Wahyudi.

"Bahkan, kami juga menyampaikan bagaimana pada SK 53 yang terbit 28 Juni hingga 17 Juli itu sebenarnya kami berharap mendapatkan hal-hal yang lebih konkrit."

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X