Solskjaer Enggan Dipuji meski Bawa Man United Lolos ke Liga Champions

Kompas.com - 27/07/2020, 16:20 WIB
Pelatih Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, setelah laga Manchester United vs Burnley dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Inggris 2019-2020. AFP/PAUL ELLISPelatih Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, setelah laga Manchester United vs Burnley dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Inggris 2019-2020.

KOMPAS.com - Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, enggan mendapat pujian setelah timnya lolos ke Liga Champions musim depan. 

Bagi pelatih berusia 47 tahun itu, dia lebih nyaman mendapat kritikan karena itu membuatnya semakin kuat.

Man United mengakhiri Liga Inggris 2019-2020 dengan finis di empat besar klasemen usai menang 2-0 atas Leicester City di Stadion King Power, Minggu (26/7/2020).

Dua gol kemenangan Man United dibukukan lewat tendangan penalti Bruno Fernandes (71') dan aksi Jesse Lingard (90+8').

Baca juga: 5 Catatan Menarik dari Berakhirnya Liga Inggris 2019-2020, MU Raja Penalti

Kemenangan itu membuat MU mengakhiri Liga Inggris musim ini di posisi ketiga dengan mengoleksi 66 poin.

Dengan pencapaian itu, MU pun berhak ke Liga Champions musim depan.

"Saya selalu seperti itu. Kritikan membuat saya lebih kuat. Tolong jangan terlalu memuji karena saya akan merasa puas. Itulah cara saya dibentuk," kata Solskjaer dikutip dari Sky Sports.

Keberhasilan Man United lolos ke Liga Champions jelas membungkam semua kritikan yang sempat diberikan kepada tim berjulukan Setan Merah itu.

Sejak awal musim ini, banyak yang meragukan kemampuan Solskjaer dan MU untuk tampil di Liga Champions.

"Saya pikir tidak banyak yang mengira kami lolos ke Liga Champions. Prediksinya kami akan selesai di posisi keenam atau ketujuh tetapi tak apa," ujar Solskjaer.

Meskipun demikian, Ole Gunnar Solskjaer sadar timnya akan mengalami tekanan yang lebih besar musim depan ketika mereka harus tampil konsisten di liga sambil bersaing di kompetisi Eropa.

Baca juga: Pesan Ole Gunnar Solskjaer Usai Man United Lolos ke Liga Champions

"Musim depan bermain di Liga Champions dan bukan Liga Europa akan berbeda karena kami juga ingin memperbaiki posisi kami di liga," tutur Ole Gunnar Solskjaer sebagaimana dilansir dari Goal.

"Akan ada lebih banyak tuntutan pada para pemain. Mereka harus bekerja keras selama musim panas. Tentu saja, kami punya kompetisi Eropa yang akan akan menjadi fokus."

"Musim depan akan lebih menantang bagi mereka. Jika Anda melawan tim-tim top di Liga Champions, Anda harus terbiasa bermain dalam 45 atau 50 laga untuk klub ini setiap musim bila ingin sukses," tutur Solskjaer mengakhiri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X