Pandangan Indra Sjafri Soal Pembinaan Pemain Muda Saat Ini

Kompas.com - 25/07/2020, 18:40 WIB
Pelatih timnas u23 Indonesia, Indra Sjafri mendampingi anak asuhnya di laga SEA Games 2019 Grup B antara timnas u23 Indonesia vs Laos di Stadion Imus, Filipina, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPelatih timnas u23 Indonesia, Indra Sjafri mendampingi anak asuhnya di laga SEA Games 2019 Grup B antara timnas u23 Indonesia vs Laos di Stadion Imus, Filipina, Kamis (5/12/2019).

KOMPAS.com - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, menilai pembinaan pemain usia muda Indonesia belum berjalan secara komprehensif.

Menurutnya, masih ada jarak antara PSSI dengan sekolah-sekolah sepak bola yang disana berpotensi melahirkan pemain-pemain muda berbakat.

Selama ini masih ada gap bagi PSSI untuk mengamati pembinaan pemain muda di tingkat SSB.

Untuk itu, Indra Sjafri mengusulkan agar PSSI membentuk direktur teknik di level Asprov hingga Askot atau Askab guna menemukan pemain-pemain muda berbakat yang tersebar di SSB seluruh Indonesia.

Pengalamannya yang pernah mencari pemain dari Sabang sampai Merauke saat membentuk Timnas U19 menjadi dasar dari usulan tersebut.

“Pengalaman blusukan yang pernah saya lakukan untuk mencari pemain. Di situ saya pernah berkoordinasi dengan pengurus Asprov, tetapi mereka tidak tahu di mana kantong-kantong pemain," kata mantan pelatih Bali United tersebut saat webinar Pengembangan Manajemen Suporter Sepakbola.

Baca juga: Soal Opsi Naturalisasi, Indra Sjafri Ingatkan Pemain Timnas U20 Bukan Sembarangan

Indra Sjafri menambahkan harus ada sinergi antara pengurus PSSI di pusat dengan pengurus daerah sebagai dapur dari pembinaan pemain muda yang berbakat.

Dia meyakini jika hal itu berjalan dengan baik, Indonesia mampu membentuk timnas yang tangguh dalam beberapa tahun ke depan.

Garuda juga diyakini tidak akan pernah kehabisan stok pemain-pemain berbakat.

Baca juga: Indra Sjafri Berharap Timnas Tampil di Piala Dunia U20 dengan Kekuatan Pemain Lokal

“Perlu dapur hebat dan bagus untuk mengelola bahan baku ini. Grassroot harus kita perhatikan, model pembinaan dan turnamen harus mengacu pada model pembinaan dan turnamen FIFA," tutur pelatih kelahiran 2 Februari 1963.

"Itu harus menjadi acuan di Indonesia. Hal itu perlu diperhatikan agar program pembinaan pemain usia muda tidak mubadzir,” pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sukses dengan Spring Season, Garena Indonesia Siap Gelar Free Fire Fall Season 2020

Sukses dengan Spring Season, Garena Indonesia Siap Gelar Free Fire Fall Season 2020

Sports
MotoGP Ceko, Valentino Rossi Komentari Insiden Patah Plat Marc Marquez

MotoGP Ceko, Valentino Rossi Komentari Insiden Patah Plat Marc Marquez

Motogp
Berita Transfer, Willian Bakal Lompat Pagar ke Arsenal

Berita Transfer, Willian Bakal Lompat Pagar ke Arsenal

Sports
Latihan Persib Bandung Bisa Disaksikan secara Live Streaming di YouTube

Latihan Persib Bandung Bisa Disaksikan secara Live Streaming di YouTube

Liga Indonesia
Sepak Bola Thailand Butuh Uang

Sepak Bola Thailand Butuh Uang

Liga Lain
Juventus Vs Lyon, Komentar Sarri soal Higuain, Pjanic, Ronaldo, dan Dybala

Juventus Vs Lyon, Komentar Sarri soal Higuain, Pjanic, Ronaldo, dan Dybala

Sports
Masa Depan Maurizio Sarri Tak Ditentukan dari Hasil Laga Juventus Vs Lyon

Masa Depan Maurizio Sarri Tak Ditentukan dari Hasil Laga Juventus Vs Lyon

Liga Champions
Valentino Rossi Bicara Rumor Adik Tirinya Promosi ke MotoGP

Valentino Rossi Bicara Rumor Adik Tirinya Promosi ke MotoGP

Motogp
Hasil FP1 MotoGP Ceko - Pebalap Honda Tercepat, Rossi Belum 'Sakti'

Hasil FP1 MotoGP Ceko - Pebalap Honda Tercepat, Rossi Belum "Sakti"

Motogp
Profil Gustavo Maia, Penyerang Baru Barca dengan Klausul Pelepasan Rp 5,1 Triliun

Profil Gustavo Maia, Penyerang Baru Barca dengan Klausul Pelepasan Rp 5,1 Triliun

Sports
Podium Ke-200 Bukan Tujuan Utama Valentino Rossi pada MotoGP Ceko 2020

Podium Ke-200 Bukan Tujuan Utama Valentino Rossi pada MotoGP Ceko 2020

Motogp
Jadi Musafir, 'Gergasi Merah' Berkandang di Stadion Biru

Jadi Musafir, "Gergasi Merah" Berkandang di Stadion Biru

Liga Lain
Upaya Marc Marquez Pertahankan Gelar Juara MotoGP Tergantung Valentino Rossi dkk

Upaya Marc Marquez Pertahankan Gelar Juara MotoGP Tergantung Valentino Rossi dkk

Motogp
Man City Vs Real Madrid - Sergio Ramos Absen, Eks Pelatih Los Blancos Jagokan The Citizens

Man City Vs Real Madrid - Sergio Ramos Absen, Eks Pelatih Los Blancos Jagokan The Citizens

Liga Champions
Balasan Alexis Sanchez Usai Dianggap 'Tak Berguna' di Man United

Balasan Alexis Sanchez Usai Dianggap "Tak Berguna" di Man United

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X