Demi Keluarga, Penyerang Persebaya Ingin Kompetisi Bergulir Kembali

Kompas.com - 24/07/2020, 21:00 WIB
Pemain asing Persebaya Surabaya musim 2020, Makan Konate (kiri) dan David da Silva (kanan). KOMPAS.com/Suci RahayuPemain asing Persebaya Surabaya musim 2020, Makan Konate (kiri) dan David da Silva (kanan).

BRASIL, KOMPAS.com - Penyerang asing Persebaya Surabaya, David Da Silva, menyambut baik rencana PSSI untuk menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Penyerang asal Brasil tersebut merasa kegiatan masyarakat memang harus aktif karena roda kehidupan terus berputar.

Apalagi sebagai tulang punggung, dia punya keluarga yang harus dijaga dan dicukupi kebutuhannya.

"Kami belum menemukan vaksin dan semua orang harus tetap melanjutkan hidup,” kata David Da Silva pada Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Skenario Terburuk, Hambali Tholib Siap Tak Lanjutkan Kompetisi demi Persebaya

"Jadi, ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi semua orang yang punya kehidupan dan mereka yang memiliki keluarga harus dijaga. Dengan semua tuntutan kebutuhan yang ada, kita semua harus bekerja kembali," tutur pemain kelahiran 12 November 1989 itu.

Da Silva memahami situasi saat ini masih belum begitu kondusif. Covid-19 masih menjadi ancaman dan terus menyebar tanpa adanya vaksin.

Namun, yang lebih dia khawatirkan adalah kesejahteraan keluarganya. Baginya, ini menjadi pilihan yang dilematis.

Meski demikian, apa pun persoalannya, kebahagiaan keluarga tetap menjadi prioritas Da Silva.

“Saya tidak khawatir. Jika kompetisi kembali, artinya orang-orang bekerja dan akan mendapatkan gaji untuk membantu keluarga demi menyediakan makanan di atas meja,” ucap mantan pemain Pohang Steelers itu.

Terlebih saat kondisi serba tidak pasti. Tidak ada jaminan Covid-19 akan berakhir dalam waktu dekat, sementara tuntutan kehidupan terus berjalan.

Baca juga: Tanggapan Penyerang Asing Persebaya Terkait Kelanjutan Liga 1 2020

Bagi sebagian orang yang bisa bekerja di rumah, hal ini tidak akan jadi masalah. Namun, bagi pekerja lapangan seperti atlet, tentu akan menjadi persoalan.

“Pandemi terus berjalan dan kita harus berhenti sampai kapan? Adakah seseorang yang bisa menjawabnya?”

“Orang-orang yang bisa mendapatkan penghasilan di rumah bisa tetap berada di rumah. Tetapi bagi yang tidak bekerja di rumah, bagaimana mereka mencukupi kebutuhan keluarganya?” ucap pemain berkepala plontos itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X