Bukan Bakat, Ini Masalah Sepak Bola Indonesia Menurut Fakhri Husaini

Kompas.com - 19/07/2020, 13:40 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini. KOMPAs.com/SUCI RAHAYUPelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan pelatih timnas U19 Indonesia, Fakhri Husaini, mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan kebersamaannya dengan dua mantan anak asuhnya, Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa.

Foto tersebut diunggah Fakhri di akun Instagramnya, Sabtu (18/7/2020).

Pada foto tersebut, Fakhri tampak menuliskan sebuah kalimat.

Menurut dia, Indonesia bukanlah negara yang kekurangan talenta pesepak bola.

Namun, ada satu kekurangan yang ditegaskan Fakhri, yakni soal tata kelola.

Baca juga: Timnas Indonesia Kalah Lagi, Salah Siapa?

"INDONESIA tidak pernah kekurangan pemain berbakat. Yang kita belum punya adalah tata kelola yang baik dan benar untuk menemukan pemain berbakat tersebut..," tulis mantan gelandang timnas Indonesia era 90-an itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fakhri kini tengah menangani tim PON Provinsi Aceh.

Ia sudah tak lagi menangani timnas U19 sejak berakhirnya Kualifikasi Piala Asia U19 pada November 2019.

Fakhri dikenal sebagai pelatih yang cukup sering melontarkan pendapatnya soal kondisi persepakbolaan di Tanah Air. Ia bahkan tak segan mengkritik PSSI.

Namun, di sisi lain, Fakhri tak sepenuhnya menyalahkan PSSI atas buruknya kondisi persepak bolaan nasional.

Peringkat FIFA Indonesia dalam satu dekade terus mengalami penurunan hingga anjlok ke peringkat 173 ranking FIFA.

Selain itu, timnas Indonesia kesulitan untuk berprestasi di turnamen internasional, bahkan setingkat ASEAN.

Baca juga: Pemain Indonesia Sudah Salah sejak Level Dasar, dari Teknik hingga Nutrisi

Prestasi terbaik timnas Indonesia di tingkat ASEAN dalam 10 tahun terakhir adalah menjadi runner-up Piala AFF 2010 dan 2016.

Menurut Fakhri, prestasi buruk sepak bola nasional tidak menjadi tanggung jawab PSSI sepenuhnya.

Ia berpendapat bahwa wajah sepak bola Indonesia kini dibentuk juga oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sepak bola Indonesia.

"Kalau bicara sepak bola, seluruh stakeholder itu harus ikut bertanggung jawab terhadap prestasi sepak bola nasional. Stakeholder sepak bola itu siapa saja, ya pemerintah, wasit, termasuk suporter juga," kata Fakhri di channel Youtube Hanif & Rendy Show, seperti dikutip dari BolaSport.

Fakhri berpendapat bahwa dalam pelaksanaan sepak bola di Indonesia, hasil pertandingan tidak pernah ditentukan hanya dengan pertarungan 11 versus 11 pemain di tengah lapangan.

"Pertanyaan saya apakah liga kita sudah mampu melahirkan kompetisi yang hasil pertandingannya tidak ditentukan oleh faktor lain selain 11 pemain yang bertanding," tanyanya.

Baca juga: Budaya Sehari-hari Orang Indonesia yang Tak Cocok Diterapkan di Sepak Bola

Karyawan PT Pupuk Kaltim itu menyebutkan satu kasus yang kerap terjadi di Indonesia, yakni banyak tim di Indonesia yang hanya jago kandang.

Sebagian besar tim seakan selalu mendapat jaminan kemenangan ketika berlaga di markasnya sendiri, tetapi tak bisa menunjukkan taji ketika sedang berkunjung ke kandang musuh.

Kehadiran suporter tentu menjadi faktor penentu utama dalam kasus-kasus demikian.

Akibatnya, para pemain tersebut tidak pernah merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya yang tidak dipengaruhi faktor-faktor lain di luar lapangan.

"Artinya ketika pemain-pemain dari klub ini digabung untuk membentuk sebuah tim nasional yang tangguh, mereka kan tidak terbiasa dengan pertandingan sesungguhnya di klub," tutur Fakhri.

"Saya nggak bisa menyalahkan siapa pun, tetapi ada peran stakeholder lain yang tanpa disadari ikut membentuk sepak bola kita seperti ini," katanya.

Baca juga: Kelemahan Dasar Pemain Indonesia yang Terendus Para Pelatih di Inggris

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Mourinho Setelah AS Roma Dihancurkan Tim Norwegia 1-6

Kata Mourinho Setelah AS Roma Dihancurkan Tim Norwegia 1-6

Liga Lain
Jadwal Liga Inggris - Arsenal Buka Pekan ke-9, Tersaji Man United Vs Liverpool

Jadwal Liga Inggris - Arsenal Buka Pekan ke-9, Tersaji Man United Vs Liverpool

Liga Inggris
Persib Vs PSS, Maung Bandung Sudah Antisipasi Gaya Main Super Elja

Persib Vs PSS, Maung Bandung Sudah Antisipasi Gaya Main Super Elja

Liga Indonesia
Laga Persebaya Vs Persela 'Dikotori' Keputusan Kontroversial Wasit

Laga Persebaya Vs Persela "Dikotori" Keputusan Kontroversial Wasit

Liga Indonesia
Wander Luiz Terancam Absen, Persib Pantau Komposisi Terbaik untuk Hadapi PSS

Wander Luiz Terancam Absen, Persib Pantau Komposisi Terbaik untuk Hadapi PSS

Liga Indonesia
Hasil Lengkap Liga Europa - Napoli Menang Perdana, West Ham Sempurna

Hasil Lengkap Liga Europa - Napoli Menang Perdana, West Ham Sempurna

Liga Lain
Persib Vs PSS, Maung Bandung Waspadai Ancaman Mantan

Persib Vs PSS, Maung Bandung Waspadai Ancaman Mantan

Liga Indonesia
Dituding Terlibat dalam Skandal Video Seks Eks Rekan Setim, Karim Benzema Dituntut Penjara 10 Bulan dan Denda Rp1,2 Miliar

Dituding Terlibat dalam Skandal Video Seks Eks Rekan Setim, Karim Benzema Dituntut Penjara 10 Bulan dan Denda Rp1,2 Miliar

Liga Spanyol
Denmark Open 2021, Fajar/Rian Ingin Jaga Momentum Juara Piala Thomas

Denmark Open 2021, Fajar/Rian Ingin Jaga Momentum Juara Piala Thomas

Badminton
Jadwal Timnas U23 Indonesia Vs Nepal, Sepak Mula Malam Ini

Jadwal Timnas U23 Indonesia Vs Nepal, Sepak Mula Malam Ini

Liga Indonesia
Tim RNF MotoGP, Pengganti Petronas SRT yang Bakal Diperkuat Dovizioso dan Rider dari Moto3

Tim RNF MotoGP, Pengganti Petronas SRT yang Bakal Diperkuat Dovizioso dan Rider dari Moto3

Motogp
Jadwal MotoGP Emilia Romagna, Perpisahan Valentino Rossi di Italia

Jadwal MotoGP Emilia Romagna, Perpisahan Valentino Rossi di Italia

Motogp
Hasil Conference League, Roma-Mourinho Hancur Lebur 1-6, Tottenham Tumbang

Hasil Conference League, Roma-Mourinho Hancur Lebur 1-6, Tottenham Tumbang

Liga Lain
Perbedaan Gaya Straddle dengan Lainnya pada Lompat Tinggi

Perbedaan Gaya Straddle dengan Lainnya pada Lompat Tinggi

Sports
Rekap Hasil Denmark Open 2021, 6 Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final

Rekap Hasil Denmark Open 2021, 6 Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.