Indra Sjafri Berharap Timnas Tampil di Piala Dunia U20 dengan Kekuatan Pemain Lokal

Kompas.com - 16/07/2020, 09:20 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan) berbincang dengan asisten pelatih Indra Sjafri saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pesepak bola hadir mengikuti seleksi pemain Timnas U-19 yang kemudian akan dipilih 30 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Thailand. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan) berbincang dengan asisten pelatih Indra Sjafri saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pesepak bola hadir mengikuti seleksi pemain Timnas U-19 yang kemudian akan dipilih 30 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Thailand.

KOMPAS.com - Direktur Teknik Timnas Indonesia, Indra Sjafri, menilai timnas U20 yang akan tampil di Piala Dunia U20 2021 tidak perlu menggunakan pemain naturalisasi.

Sebagai pelatih yang melanglang buana di pengembangan usia dini, Indra Sjafri ingin tim nasional tampil dengan formasi pemain lokal.

“Ada dua strategi pembentukan Timnas U20, kami mau menunjukkan pada dunia, ini loh pembinaan kami, ini loh keputusan kami bahwasanya anak-anak yang tampil adalah anak-anak Indonesia, tapi dengan segala resiko,” kata pria asal Sumatera Barat di webinar Pengembangan Manajemen Suporter Sepak Bola, Rabu (16/07/2020) pagi.

Sebagai pelatih yang banyak berkutat di timnas kelompok usia, Indra Sjafri memahami kemampuan dan kekuatan pemain-pemain lokal.

Baca juga: Indra Sjafri Sebut Timnas U-16 Indonesia Bisa Mulai Latihan Awal Juli 2020

Terbukti, pemain muda Indonesia mampu bicara banyak saat bertemu beberapa tim kuat.

Di sisi lain, Indra Sjafri menyadari pembinaan pemain di Indonesia jauh dari kata sempurna attau bahkan tertinggal dari negara-negara kontestan Piala Dunia U20 nanti.

Risiko ini yang harus disadari oleh semua pihak, termasuk suporter.

“Tim saya dari usia 16-19 tahun mengalahkan Jepang, terakhir satu langkah lagi untuk masuk Piala Dunia. Walau di babak grup kami mengalahkan Uni Emirat Arab, tetapi belum juga bisa,” ucap pria kelahiran 2 Februari 1963.

“Kalau mau jujur, teman-teman dari Asprov dan suporter harus jujur kualitas kita masih rendah kalau bicara level dunia,” sambungnya.

Baca juga: Piala Dunia U20, Gerbang Pemain Indonesia untuk Go International

Pada akhirnya, Indra Sjafri mengembalikan seluruh keputusan kepada pelatih Shin Tae Yong.

Apakah pelatih asal Korea Selatan tersebut cukup yakin dengan amunisi pemain-pemain lokal.

Namun, pelatih yang membawa Timnas U23 menjadi runners up di SEA Games 2019 tersebut berharap bisa melihat Tim Garuda turun dengan materi pemain yang tumbuh dan ditempa di Indonesia.

“Jadi, kebijakan itu akan diambil oleh pelatih. PSSI hanya mendukung kebijakan pelatih,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X