Polisi Bebaskan Bocah 12 Tahun yang Ditangkap karena Kirim Pesan Rasial ke Wilfried Zaha

Kompas.com - 14/07/2020, 05:00 WIB
Pemain Crystal Palace, Wilfried Zaha, saat tampil pada laga Aston Villa vs Crystal Palace di Villa Park, Minggu (12/7/2020). AFP/RUI VIEIRAPemain Crystal Palace, Wilfried Zaha, saat tampil pada laga Aston Villa vs Crystal Palace di Villa Park, Minggu (12/7/2020).

Sebelumnya, aksi rasialisme terhadap Wilfried Zaha turut menuai kecaman dari pelatih Crystal Palace, Roy Hodgson.

Pelatih berkebangsaan Inggris itu menyebut penghinaan berbau ras sebagai perbuatan yang sangat tercela.

"Dengan adanya gerakan Black Lives Matter, perbuatan seperti itu pastinya disorot. Semua orang pun tampak melakukan upaya untuk memberantas perilaku tersebut," ujar Hodgson.

"Sangat menyedihkan, pada hari pertandingan, seorang pemain terbangun karena perilaku yang pengecut dan tercela ini. Wilfried membuat orang-orang menyadarinya dan saya berpikir ini adalah sesuatu yang tidak boleh didiamkan."

"Dia ingin membuat salah satu pemain terbaik kami bermain buruk hari ini. Tetapi, dia (pelaku) melakukannya dengan cara yang telah dipilihnya, dan benar-benar tidak bisa dimaafkan," ucap Hodgson.

Baca juga: Man City Bisa Main di Liga Champions, Kuota dari Liga Inggris Sisa 2

Wilfried Zaha, sebagai pihak yang berkenaan langsung dengan kasus ini juga sudah angkat bicara.

Melalui akun Twitter pribadinya, Zaha berterima kasih kepada Kepolisian West Midlands yang bertindak cepat terhadap insiden tersebut.

Namun, winger berusia 27 tahun itu menekankan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

"Saya berterima kasih kepada Polisi West Midlands atas tindakan cepat mereka. Orang-orang perlu memahami bahwa berapapun usia Anda, perilaku dan kata-kata Anda memiliki konsekuensi. Anda tak bisa bersembunyi di balik media sosial," tulis Wilfried Zaha.

"Ini bukan pertama kalinya saya menerima pesan seperti ini, saya juga bukan satu-satunya pemain yang menerima pesan seperti ini. Itu terjadi setiap hari."

"Tidak cukup hanya mengatakan 'no to racism'. Kita perlu tindakan, kita perlu pendidikan, beberapa hal perlu diubah," tutur Zaha menegaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Sky Sports
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.