Kompetisi Terpusat di Jawa, Borneo FC Minta Pengertian PT LIB

Kompas.com - 12/07/2020, 16:40 WIB
Presiden Club Borneo FC Nabil Husein dan pelatih baru musim 2020 Edson Tavares saat perkenalan kepada media di ruang preskon Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (20/01/2020) siang. Instagram Borneo FCPresiden Club Borneo FC Nabil Husein dan pelatih baru musim 2020 Edson Tavares saat perkenalan kepada media di ruang preskon Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (20/01/2020) siang.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Borneo FC tetap menghormati keputusan PT LIB yang memusatkan kompetisi Liga 1 2020 di Pulau Jawa.

Namun, sebagai musafir, tim asal Samarinda tersebut meminta pengertian pihak operator untuk menyelesaikan subsidi atau hak komersial klub.

Selama kompetisi berhenti, pemasukan klub terpangkas habis sehingga hak komersial menjadi salah satu tumpuan untuk menggerakan klub.

"Pada intinya, Borneo FC menyambut dengan baik akan bergulirnya Liga 1 dan sudah keluar tanggalnya," kata Presiden Borneo FC Nabil Husein kepada Kompas.com.

"Hanya saja, Borneo minta kejelasan mengenai subsidi yang tertunggak ini seperti apa  sebelum kita berbicara ke depan," imbuhnya.

Baca juga: Kiper Borneo FC Beberkan Cerita Perjalanan Karier

Nabil Husein juga meminta kejelasan hak komersial selama kompetisi berhenti, mulai April hingga Juni.

Selama ini, belum ada pembahasan khusus padahal selama masa tunggu dan persiapan kompetisi, kebutuhan anggota tim dan klub tidak berhenti.

Lebih lanjut, pria berusia 26 tahun ini juga berharap pengertian PT LIB untuk menambah jumlah hak komersial bagi tim musafir seperti Borneo FC. 

Kompetisi Liga 1 2020 dijadwalkan berlanjut pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021.

Baca juga: Regulasi Liga 1, Arema FC Usul Hapus Jaminan Tampil untuk Pemain U20

 

Selama itu pula, Borneo FC dan tim luar Jawa lainnya bermain sebagai musafir sehingga membutuhkan biaya tambahan untuk operasional dan akomodasi selama tinggal di Jawa.

Nabil Husein menjelaskan harus ada kebijakan dari LIB dan juga PSSI yang meringankan beban klub-klub Liga 1 2020.

“Subsidi kalau bisa lebih dari yang ditawarkan LIB. Kita menghitung bermain di luar kandang tanpa ada pemasukan dan mungkin bisa ditinggalkan sponsor. Tentu hal ini seharusnya mendapat pertimbangan dari LIB," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X