Bangkrutnya Ceres Negros, Bukti Klub Sepak Bola Tak Boleh Bergantung pada Uang Pemilik

Kompas.com - 11/07/2020, 15:30 WIB
Penyerang Ceres Negros, Bienvenido Maranon, Selasa (23/4/2019) twitter.com/bienvecadiz86Penyerang Ceres Negros, Bienvenido Maranon, Selasa (23/4/2019)
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Klub raksasa Filipina, Ceres Negros, belum lama ini mengumumkan kebangkrutannya.

Klub juara Liga Filipina dalam tiga tahun terakhir (2017, 2018, 2019) itu harus tamat riwayatnya imbas dari kesulitan finansial yang dialami pemilik sebagai akibat dari pandemi virus corona.

Melalui akun media sosial klub, manajemen Ceres Negros menyatakan tengah dalam pembicaraan dengan calon investor baru yang akan mengambil alih manajemen dan kepemilikan klub sebagai persiapan menghadapi Liga Filipina dan Piala AFC 2020.

Baca juga: Profil Filipina, Dulu Dibantai 1-13, Kini Lebih Kuat dari Indonesia

Jika nantinya Ceres Negros resmi berganti pemilik, nama klub serta identitas lainnya akan segera berganti.

"Begitu pengambil alihan selesai, klub tidak akan lagi dikenal sebagai Ceres-Negros karena pemilik saat ini, Leo Rey Yanson tidak akan sama sekali terlinat dalam urusan klub," tulis pihak Ceres.

"Ini adalah salah satu keputusan terberat yang dibuat oleh Mr. Yanson, yang hasratnya terhadap sepak bola tercermin pada cara dia menuangkan sumber daya pribadinya dan mengarahkan klub ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak dibentuk delapan tahun lalu."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

OFFICIAL STATEMENT Ceres-Negros Football Club Ceres-Negros Football Club is currently in talks with investors who will be taking over the management and ownership of the club in preparation for the fourth season of the Philippines Football League as well as the resumption of the campaign in the AFC Cup. As soon as the takeover is completed, the club will no longer be known as Ceres-Negros since our current chairman Leo Rey Yanson will not be involved in any way in the affairs of the club. This is one of the toughest decisions made by Mr. Yanson, whose passion for football was reflected at the way he poured his personal resources and steered the club to unprecedented heights since it was formed eight years ago. Through Ceres-Negros FC, Mr. Yanson was able to share his love for the game to his countrymen. While the pandemic has struck hard on businesses all over the world, Ceres has made its best efforts to compensate its players and staff. We will be announcing the new name, new owners and management of the club soon. Ace Bright, the general manager of the club, will be the point person with regards to the planned takeover as well as the transition to the new management and owners of the club. Thank you so much for your love and support to the club. Please continue supporting Philippine football.

A post shared by Ceres-Negros Football Club (@ceresnegrosfc) on Jul 7, 2020 at 8:37pm PDT

Sejak dimiliki oleh Yanson, prestasi Ceres memang langsung melesat, tak cuma di level nasional, tapi juga Zona ASEAN Piala AFC.

Pada Piala AFC 2018, Ceres berhasil masuk final Zona ASEAN, sebelum dikalahkan Home United (Singapura) di final.

Beberapa tahun terakhir, Ceres Negros bahkan kerap jadi batu sandungan bagi klub asal Indonesia.

Baca juga: Piala AFC 2019, Persija Kalah 0-1 di Markas Ceres Negros

Bangkrutnya Ceres Negros merupakan bukti bahwa klub sepak bola sangat rentan jika hanya bergantung pada uang pemilik.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X