Klub-klub Kaya Terancam Penurunan Pendapatan dari Tiket

Kompas.com - 08/07/2020, 10:10 WIB
Bek sekaligus kapten Real Madrid, Sergio Ramos, mengeksekusi tendangan penalti dalam laga menghadapi Getafe yang digelar di Stadion Alfredo Di Stefano, 2 Juli 2020. AFP/GABRIEL BOUYSBek sekaligus kapten Real Madrid, Sergio Ramos, mengeksekusi tendangan penalti dalam laga menghadapi Getafe yang digelar di Stadion Alfredo Di Stefano, 2 Juli 2020.

GENEVA, KOMPAS.com - Klub-klub kaya pada 10 liga di Eropa menghadapi ancaman penurunan pendapatan dari penjualan tiket laga sepak bola.

Menurut Ketua Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (ECA) Andrea Agnelli, kondisi ini terjadi sebagai dampak pandemi corona.

Baca juga: Bos Juventus Ingatkan tentang Kehilangan Uang

"Bahkan klub-klub kaya di Liga Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol, menghadapi kenyataan itu," kata Agnelli yang juga bos besar Juventus itu.

Penyerang Liverpool Sadio Mane (kanan/merah) terlibat perebutan bola dengan penyerang Aston Villa Anwar El Ghazi dalam pertandingan Premier League Liga Inggris antara Liverpool vs Aston Villa di Anfield pada 5 Juli 2020.PAUL ELLIS Penyerang Liverpool Sadio Mane (kanan/merah) terlibat perebutan bola dengan penyerang Aston Villa Anwar El Ghazi dalam pertandingan Premier League Liga Inggris antara Liverpool vs Aston Villa di Anfield pada 5 Juli 2020.

Baca juga: Manchester United Tak Perlu Pusing Cari Penerus Cristiano Ronaldo

Sampai dengan akhir musim 2019-2020, menurut ECA, potensi kehilangan pendapatan dari penjualan tiket mencapai 450 juta dollar AS.

Para pemain Paris Saint Germain merayakan gol saat berhadapan dengan AS Monaco pada laga ke-13 Liga Perancis, Minggu (11/11/2018)PSG.fr Para pemain Paris Saint Germain merayakan gol saat berhadapan dengan AS Monaco pada laga ke-13 Liga Perancis, Minggu (11/11/2018)

"Di musim depan, potensi kehilangan mencapai 1,2 miliar dollar AS," tutur Agnelli.

Rata-rata, klub membelanjakan 60 persen pendapatannya untuk gaji pemain.

Skuad Bayern Muenchen saat merayakan gelar Bundesliga, kasta tertinggi Liga Jerman, musim 2019-2020.AFP/KAI PFAFFENBACH Skuad Bayern Muenchen saat merayakan gelar Bundesliga, kasta tertinggi Liga Jerman, musim 2019-2020.

Komitmen

Para pemain Barcelona merayakan gol yang dicetak Ansu Fati dalam laga menghadapi Villarreal pada lanjutan pekan ke-34 Liga Spanyol yang digelar di Stadion De La Ceramica, Senin (6/7/2020).AFP/JOSE JORDAN Para pemain Barcelona merayakan gol yang dicetak Ansu Fati dalam laga menghadapi Villarreal pada lanjutan pekan ke-34 Liga Spanyol yang digelar di Stadion De La Ceramica, Senin (6/7/2020).

"Pandemi corona adalah percobaan paling nyata bagi industri sepak bola," kata Agnelli lagi.

Dalam hitungannya, kata Andrea Agnelli, total ada angka kehilangan hingga 4,5 miliar dollar AS.

Pemain Lazio, Luis Alberto dan Marco Parolo, melancarkan protes kepada wasit Gianpaolo Calvarese dalam laga kontra AC Milan pada lanjutan pekan ke-30 Liga Italia yang digelar di Stadion Olimpico, Minggu (5/7/2020).AFP/GETTY IMAGES/PAOLO BRUNO Pemain Lazio, Luis Alberto dan Marco Parolo, melancarkan protes kepada wasit Gianpaolo Calvarese dalam laga kontra AC Milan pada lanjutan pekan ke-30 Liga Italia yang digelar di Stadion Olimpico, Minggu (5/7/2020).

Ia memerinci, pada klub-klub di 55 negara akan ada potensi kehilangan 1,8 miliar dollar AS untuk musim 2019-2020.

Halaman:


Sumber FirstPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X