Rumahnya Dirampok, Franck Ribery Pertimbangkan Hengkang dari Fiorentina

Kompas.com - 07/07/2020, 20:40 WIB
Pemain Fiorentina, Franck Ribery memberi semangat pemain AC Milan usai laga AC Milan vs Fiorentina di San Siro dan berakhir kekalahan untuk tuan rumah, 1-3. MATTEO CIAMBELLI / NURPHOTOPemain Fiorentina, Franck Ribery memberi semangat pemain AC Milan usai laga AC Milan vs Fiorentina di San Siro dan berakhir kekalahan untuk tuan rumah, 1-3.
|

KOMPAS.com - Penyerang sayap Fiorentina, Franck Ribery, mempertimbangkan kembali masa depannya di klub tersebut menyusul peristiwa perampokan di rumahnya.

Sebelumnya, dikutip dari ESPN, rumah Franck Ribery dilaporkan dirampok pada Minggu (5/7/2020) ketika dia bermain membela Fiorentina saat melawan Parma pada lanjutan laga Serie A.

Terkait perampokan itu, mantan pemain Bayern Muenchen dan timnas Perancis berusia 37 tahun itu mem-posting pesan di media sosial Instagram.

Dalam postingan-nya itu, terdapat pula video yang menunjukkan rumahnya dalam kondisi berantakan dengan laci dan pakaian tercecer di lantai salah satu kamar tidur.

Baca juga: Ribery Peringkatkan Jadon Sancho agar Tidak ke Bayern Muenchen

Di tengah rasa syukur istri dan anaknya tengah berada di Muenchen, Ribery secara tersirat mengungkap kekhawatiran bagaimana itu bisa terjadi dan soal kondisi ke depan.

"Saya tidak bisa menerimanya. Syukurlah, istri dan anak-anak saya selamat di Muenchen, tetapi bagaimana saya bisa percaya sekarang? Bagaimana saya/kita merasa baik di sini setelah ini?" tulis Ribery.

"Saya tidak mengejar jutaan, terima kasih Tuhan, kami tidak butuh apa-apa. Namun, saya masih mengejar sepak bola karena itu adalah hasrat saya," lanjutnya.

"Namun, hasrat atau bukan, keluarga saya yang pertama dan kami akan mengambil keputusan yang diperlukan untuk kebaikan kami," katanya.

Baca juga: Hasil Liga Italia, Franck Ribery Ciptakan Rekor di Serie A

Disebutkan pula bahwa oleh Ribery bahwa dalam perampokan itu dia kehilangan beberapa tas, perhiasan, serta sejumlah uang.

Istri Ribery, Wahiba Ribery, juga memposting kesedihan dan kekhawatirannya di media sosial.

"Jika Anda tahu betapa saya mencintai Florence, kota ini yang menyambut kami dengan hangat. Saya mencintai semua orang yang kami temui sejak kami tiba di sini," tulisnya.

"Namun, saya terluka sebagai seorang wanita, sebagai seorang istri dan sebagai seorang ibu," lanjutnya.

Baca juga: Eks Presiden Marseille Wafat karena Corona, Djibril Cisse-Ribery Berdukacita

"Memang benar, kami bukan yang pertama atau yang terakhir melalui sesuatu seperti ini. Namun, saya memiliki hak untuk takut dan sedih," ujarnya.

"Apa yang akan terjadi seandainya kami berada di rumah? Saya telah belajar pelajaran yang baik dari semua ini: manusia benar-benar bisa jahat," demikian Wahiba Ribery.



Sumber ESPN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X