Alasan Juventus Stabil dan AC Milan Masih Saja Labil...

Kompas.com - 06/07/2020, 21:00 WIB
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, memegang trofi Piala Super Italia. Juve meraih gelar ini seusai mengalahkan Lazio dengan skor 2-0, pada laga yang digelar di Shanghai Stadium, Sabtu (8/8/2015). JOHANNES EISELE / AFPPelatih Juventus, Massimiliano Allegri, memegang trofi Piala Super Italia. Juve meraih gelar ini seusai mengalahkan Lazio dengan skor 2-0, pada laga yang digelar di Shanghai Stadium, Sabtu (8/8/2015).
|

KOMPAS.com - Pelatih Massimiliano Allegri buka suara soal performa dua tim yang sama-sama pernah dia tangani, yakni AC Milan dan Juventus.

Bersama AC Milan,  Allegri pernah meraih satu gelar scudetto, yakni pada musim 2010-2011.

Setelah itu, karier kepelatihan Allegri berlanjut bersama pesaing AC Milan di Serie A, yakni Juventus, pada 2014.

Di klub Hitam-Putih itu, Allegri meraih kesuksesan dengan mempersembahkan lima gelar juara Serie A Liga Italia, sebelum memutuskan mundur pada tahun 2019.

Baca juga: Isi Ulang Baterai Tuntas, Massimiliano Allegri Siap Latih Klub Lagi

Selepas kepergian Allegri, di bawah Maurizio Sarri, Juventus terbilang masih stabil dan tetap bisa bersaing dalam perebutan scudetto, bahkan di kompetisi Eropa Liga Champions.

Namun, kondisi sebaliknya terjadi dengan AC Milan. Sejak ditinggal Max Allegri, Rossoneri kesulitan untuk bersaing dalam perebutan gelar juara.

Bahkan, mereka kini identik dengan tim "papan tengah" karena jangankan juara, mendapat kesempatan untuk lolos ke Liga Champions pun, Milan kesulitan.

Apa yang terjadi pada musim ini bisa menjadi cerminan. Saat ini, Juventus tengah memimpin klasemen sementara Liga Italia, sedangkan AC Milan berada di posisi ketujuh.

Mengenai performa kedua tim yang pernah dia latih, Allegri pun buka suara.

Baca juga: Massimiliano Allegri Sebut Cristiano Ronaldo Butuh Juventus

"Juventus dibangun untuk menang, hanya untuk ini. Untuk alasan ini, saya pikir mereka dapat terus menang pada tahun-tahun mendatang," ucap Allegri dikutip dari Football Italia.

"Sayangnya, saya pikir AC Milan masih kehilangan sesuatu. Mereka membutuhkan proyek yang kuat dan konsisten," tutur pelatih yang kini berusia 52 tahun itu.

Dia pun mengkritik Milan yang kerap membongkar tim pada setiap musimnya.

"Mengubah tim setiap musim tidak akan memungkinkan Anda untuk berkembang," katanya.

Reaksi Massimiliano Allegri saat masih menjadi pelatih AC Milan.AFP Reaksi Massimiliano Allegri saat masih menjadi pelatih AC Milan.

Allegri kini mengaku siap untuk "turun gunung" kembali melatih klub usai mundur dari Juventus pada tahun 2019 lalu.

"Saya telah beristirahat, mengisi ulang baterai saya, dan tinggal bersama keluarga saya di Livorno," ucap Allegri, Senin (6/7/2020).

Dia mengatakan ingin menangani suatu klub yang memiliki ambisi untuk menjadi juara.

"Tidak penting di mana (melatih), saya mencari klub yang ingin berbagi proyek dan memiliki ambisi untuk bersaing dan menang," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X