Saat Balotelli Dipaksa Mourinho Minta Maaf ke Skuad Inter Milan

Kompas.com - 05/07/2020, 21:00 WIB
Jose Mourinho (kanan) bersama Mario Balotelli (kiri) dalam latihan rutin Inter Milan pada 27 April 2020. AFP/ GIUSEPPE CACACEJose Mourinho (kanan) bersama Mario Balotelli (kiri) dalam latihan rutin Inter Milan pada 27 April 2020.

KOMPAS.com - Striker Brescia, Mario Balotelli, pernah dipaksa oleh pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, untuk mengucapkan permintaan maaf.

Momen itu terjadi ketika Mourinho menjadi pelatih Balotelli di Inter Milan periode 2008-2010.

Wesley Sneijder yang juga merupakan mantan pemain Inter Milan pada periode tersebut menjadi saksinya.

Kejadian itu berawal dari keinginan Balotelli meninggalkan Inter Milan.

Sneijder menilai Balotelli telah membuat kesalahan karena tidak menyampaikan keinginan itu langsung ke Mourinho.

Balotelli memilih mengungkapkan keinginan pindah ke pemain terlebih dahulu dan itu justru membuat Mourinho marah.

"Mourinho adalah pelatih yang selalu melindungi pemainnya. Sebagai pemain, Anda tentu tidak akan membuat masalah dengan Mourinho," kata Sneijder dikutip dari Daily Mail, Minggu (5/7/2020).

"Balotelli ketika itu masih muda dan mencoba membuat masalah dengan Mourinho. Suatu saat, Balotelli datang ke kamar hotel saya. Di kamar itu juga ada pemain Inter Milan yang lain," ucap Sneijder.

"Saat itu sudah tengah malam dan Balotelli berkata: 'Saya ingin pergi karena Mourinho tidak serius menangani saya. Saya ingin mendapatkan jatah bermain'," ujar Sneijder.

Baca juga: Mancini Sebut Balotelli Masih Layak Perkuat Timnas Italia

Kejadian di kamar itu kemudian sampai ke telinga Mourinho.

Sneijder menilai Mourinho saat itu sangat marah karena ulah Balotelli seperti membuat skuad Inter Milan tidak lagi kondusif.

Mourinho pada akhirnya memanggil seluruh skuad Inter Milan dan memaksa Balotelli mengucapkan permintaan maaf.

"Mourinho memberi tahu skuad bahwa Balotelli hanya akan diterima kembali di Inter Milan jika sudah meminta maaf ke seluruh pemain dan jajaran pelatih," kata Sneijder.

"Balotelli kemudian menuruti permintaan Mourinho. Mereka berdua berjabat tangan dan keadaan kembali normal. Namun, saya tidak tahu yang ada di pikiran Balotelli saat itu," ucap Sneijder menambahkan.

Tidak lama setelah kejadian itu, Inter Milan berhadapan dengan Bayern Muenchen pada laga final Liga Champions 2009-2010.

Sneijder menceritakan satu momen unik yang melibatkan Mourinho dan Balotelli pada laga final di Stadion Santiago Bernabeu itu.

"Saat final Liga Champions, Mourinho meminta Balotelli melakukan pemanasan selama 45 menit," kata Sneijder.

"Mourinho juga meminta Marco Materazzi melakukan pemanasan namun hanya untuk lima menit," ucap Sneijder.

"Mourinho kemudian memasukkan Materazzi dan membiarkan Balotelli sampai akhir laga. Mourinho punya aturan sendiri soal pemain," ujar Sneijder menambahkan.

Baca juga: Curhat Mario Balotelli yang Merasa Gila Selama Karantina akibat Pandemi Virus Corona

Inter Milan pada akhirnya sukses menjadi juara Liga Champions seusai mengalahkan Bayern Muenchen 2-0.

Gelar itu menyempurnakan musim Inter Milan setelah sebelumnya sudah meraih trofi Liga Italia dan Coppa Italia.

Final Liga Champions 2009-2010 sekaligus menjadi kali terakhir Mourinho melatih Balotelli.

Mourinho memilih pindah ke Real Madrid sementara Balotelli menuju Inggris untuk bergabung dengan Manchester City pada awal musim 2010-2011



Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X