Kompas.com - 29/06/2020, 16:16 WIB
Bek Inter Milan asal Belanda Stefan de Vrij (2ndL) merayakan setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Parma vs Inter bermain pada 28 Juni 2020 di belakang pintu tertutup di stadion Ennio-Tardini di Parma, karena negara itu memudahkan pengunciannya yang bertujuan untuk mengekang penyebaran infeksi COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona baru. AFP/MIGUEL MEDINABek Inter Milan asal Belanda Stefan de Vrij (2ndL) merayakan setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Parma vs Inter bermain pada 28 Juni 2020 di belakang pintu tertutup di stadion Ennio-Tardini di Parma, karena negara itu memudahkan pengunciannya yang bertujuan untuk mengekang penyebaran infeksi COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona baru.

KOMPAS.com - Mantan bek sekaligus kapten Inter Milan, Giuseppe "Beppe" Bergomi, turut mengomentari performa Nerazurri saat menghadapi Parma semalam.

Pertandingan Parma vs Inter berlangsung di Stadio Ennio Tardini, pada Minggu (28/6/2020) atau Senin dini hari WIB.

Dalam laga Parma vs Inter tersebut, pasukan Antonio Conte memang berhasil menang 2-1 atas Parma.

Baca juga: Parma Vs Inter, Bukan Kemenangan Mudah bagi Nerazzurri

Namun, Bergomi menilai bahwa sebetulnya lini belakang Inter terlihat kerepotan dalam meladeni permainan impresif para penyerang tuan rumah.

"Para pemain bertahan Inter menyelesaikan pertandingan dan sangat menderita karena ketiga pemain depan Parma bermain bagus," kata Bergomi dalam sesi wawancara dengan Sky Sports Italia seusai laga.

"(Andreas) Cornelius untuk aspek fisik, Gervinho untuk kecepatan dan gol, lalu (Dejan) Kulusevski bermain sangat baik," ucap Bergomi menjelaskan.

Pada laga tersebut, Parma memang mengandalkan Cornelius, Gervinho, dan Kulusevski di lini depan dalam kerangka formasi 4-3-3.

Adapun Inter memakai formasi 3-4-1-2, dengan komposisi Diego Godin, Stefan de Vrij, dan Danilo D'Ambrosio di lini belakang.

"Godin bermain tidak sesuai dengan tujuan, de Vrij berada di luar posisi dan pertahanan Inter pun mengalami kesulitan dalam permainan karena mereka tak punya kecepatan di lapangan terbuka," kata Bergomi.

Terlepas dari penilaiannya itu, Bergomi mengapresiasi keputusan Conte mengganti Godin dengan Alessandro Bastoni yang akhirnya menjadi penentu kemenangan Inter.

Inter tertinggal lebih dulu dari Parma akibat gol yang disarangkan Gervinho pada menit ke-15.

Kedudukan kemudian berbalik untuk Inter berkat gol de Vrij pada menit ke-84, dan Bastoni pada menit ke-87.

"Dengan adanya aturan baru lima pergantian pemain, Anda bisa mempertimbangkan untuk memainkan Bastoni," ujar Bergomi.

Baca juga: Parma Vs Inter, Nerazzurri Tak Peduli Posisi di Klasemen

"Anda harus bermain lebih terampil dengan adanya pemain pengganti untuk meningkatkan performa tim Anda. Contohnya Atalanta, yang melakukan pergantian pemain dengan optimal."

Berkat kemenangan atas Parma, Inter kini menduduki peringkat ketiga klasemen dengan raihan 61 poin.

Inter tertinggal empat poin dari Lazio di peringkat kedua, dan delapan angka dari sang pemuncak klasemen, Juventus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.