Piala Dunia Wanita 2023, Saatnya FIFA Makin Transparan

Kompas.com - 27/06/2020, 22:51 WIB
Logo FIFA di markas induk organisasi sepak bola dunia di Swiss. Foto diambil pada 10 Januari 2017. AFP/MICHAEL BUHOLZERLogo FIFA di markas induk organisasi sepak bola dunia di Swiss. Foto diambil pada 10 Januari 2017.

SYDNEY, KOMPAS.com - Kenyataan bahwa Australia dan Selandia Baru resmi menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia Wanita 2023 membawa dampak tersendiri bagi Australia.

Media Australia, Sydney Morning Herald menulis bahwa hasil keputusan FIFA menunjukkan kemenangan kapabiltas ketimbang pengaruh politik.

Baca juga: Piala Dunia Wanita 2023, Selandia Baru Kantongi 3 Kemenangan

Apalagi, FIFA baru saja diterpa isu-isu korupsi.

"Presiden FIFA Gianni Infantino menunjukkan transparansi yang pada prosesnya dapat dilihat," tulis media itu.

Para pemain timnas putri Amerika Serikat berselebrasi bersama trofi juara Piala Dunia Wanita 2019. Amerika Serikat juara setelah mengalahkan Belanda pada laga final di Stadion Lyon, Perancis, 8 Juli 2019.
FRANCK FIFE / AFP Para pemain timnas putri Amerika Serikat berselebrasi bersama trofi juara Piala Dunia Wanita 2019. Amerika Serikat juara setelah mengalahkan Belanda pada laga final di Stadion Lyon, Perancis, 8 Juli 2019.

Adalah komentator sepak bola Craigh Foster yang mengatakan bahwa Australia sebelumnya gagal dalam persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola Pria 2022.

Pemenang dari penawaran itu adalah Qatar.

Sementara, masih tercium aroma tak sedap dalam persiapan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 lantaran adanya kasus dugaan korupsi.

Kiper timnas putri Belanda peraih Golden Glove, Sari van Veenendaal, bersama dua pemain timnas putri Amerika Serikat Megan Rapinoe yang meraih Golden Boot dan Alex Morgan peraih Silver Boot di Piala Dunia Wanita 2019.AFP/CHRISTOPHE SIMON Kiper timnas putri Belanda peraih Golden Glove, Sari van Veenendaal, bersama dua pemain timnas putri Amerika Serikat Megan Rapinoe yang meraih Golden Boot dan Alex Morgan peraih Silver Boot di Piala Dunia Wanita 2019.

Ibaratnya, keberhasilan menjadi tuan rumah untuk 2023 membuat luka Australia terobati.

"Saya tak pernah bisa melupakan momen ini," kata cuitan kapten timnas wanita Selandia Baru, Ali Riley.

"Kita akan lihat kemajuan terbaik sepak bola wanita di Australia dan Selandia Baru," tutur kapten timnas wanita Australia Sam Kerr.

Massimo Luongo (tengah) bersama dengan pemain Socceroos lain di Brasil. Dia terlahir dari ayah berdarah Italia dan ibu yang berasal dari Indonesia.ABC Australia Massimo Luongo (tengah) bersama dengan pemain Socceroos lain di Brasil. Dia terlahir dari ayah berdarah Italia dan ibu yang berasal dari Indonesia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X