Stadion Kosong Jadi Inspirasi Klub Jepang Cari Uang

Kompas.com - 24/06/2020, 09:42 WIB
Penonton-penonton virtual pada pertandingan klub Belarusia, Dynamo Brest, pada masa pandemi corona. TWITTER/FC DYNAMO BRESTPenonton-penonton virtual pada pertandingan klub Belarusia, Dynamo Brest, pada masa pandemi corona.

TOKYO, KOMPAS.com - Faktanya, para pesepak bola Liga Jepang akan saling bersua lagi dalam laga di stadion kosong.

Laga yang bakal bergulir kembali pada 4 Juli 2020 lantaran tertunda empat bulan oleh pandemi corona menyesuaikan dengan protokol kesehatan mencegah penyebaran virus mematikan itu.

Para pemain Jubilo Iwata melakukan selebrasi setelah menang 3-0 atas tuan rumah Tokyo Verdy pada laga J2 League di Stadion Ajinomoto, Tokyo, Minggu (1/11/2015).J LEAGUE PHOTOS Para pemain Jubilo Iwata melakukan selebrasi setelah menang 3-0 atas tuan rumah Tokyo Verdy pada laga J2 League di Stadion Ajinomoto, Tokyo, Minggu (1/11/2015).

Baca juga: Sebelum Berlanjut Kembali, Liga Jepang Gelar Tes Covid-19

Menurut rencana, Liga Jepang mulai dari Divisi Satu hingga tiga akan dibuka kembali bersamaan.

"Laga akan berlangsung di stadion tanpa disaksikan langsung penonton," begitu bunyi penegasan pengelola Liga Jepang.

Ilustrasi: mata uang yen JepangThinkstockphotos.com Ilustrasi: mata uang yen Jepang

Tak berpangku tangan, sejumlah klub, salah satunya Albirex Niigata dari Divisi Dua (J2) menyiapkan sarana untuk membuat kondisi stadion tetap hidup sebagaimana layaknya jika laga disaksikan langsung penonton.

"Kami menyiapkan papan kartu berisikan foto wajah penonton dalam ukuran besar pada tiap kursi penonton," kata pengelola Albirex Niigata.

"Papan kartu ini akan menjadi inspirasi bagi pemain," imbuh Albirex Niigata.

Sanfrecce Hiroshima menjadi juara J1 League atau kasta tertinggi Liga Jepang musim 2015. Jalu Sanfrecce Hiroshima menjadi juara J1 League atau kasta tertinggi Liga Jepang musim 2015.

Kendati demikian, potongan papan kartu yang akan dipasang di Stadion Denka Big Swan ditawarkan tak cuma-cuma.

Potongan papan kartu yang diberi nama kecil aruboru-kun itu dibanderol per unitnya 1.500 yen atau setara dengan 14 dollar AS atau di kisaran Rp 700.000-an.

Demi mencari uang, klub juga akan menggandeng perusahaan lokal untuk penjualan potongan papan kartu itu.



Sumber Kyodo News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X