Shin Tae-yong Dibutuhkan untuk Revolusi Mental Pemain

Kompas.com - 24/06/2020, 07:40 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan) berbincang dengan asisten pelatih Indra Sjafri saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pesepak bola hadir mengikuti seleksi pemain Timnas U-19 yang kemudian akan dipilih 30 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Thailand. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (kanan) berbincang dengan asisten pelatih Indra Sjafri saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pesepak bola hadir mengikuti seleksi pemain Timnas U-19 yang kemudian akan dipilih 30 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Thailand.

SURABAYA, KOMPAS.com - Presiden PS Hizbul Wathan, klub dari Liga 2, Dhimam Abror Djuraid, mencoba melihat perseteruan pelatih timnas Shin Tae-yong dan PSSI dari sisi yang berbeda.

Dia meyakini ada alasan tersendiri mengapa pelatih asal Korea Selatan tersebut sampai mengumbar masalah internal ke publik.

"Ini bukan persoalan sepele. Seorang pelatih profesional seperti Shin Tae-yong pasti punya pertimbangan matang sebelum memutuskan berbicara kepada media.

"Ia memendam persoalan itu cukup lama sebelum memutuskan untuk mengungkapkannya kepada media," kata Dhimam Abror Djuraid dalam rilis resminya yang diterima Bola Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Dia melihat ada kekecewaan yang dialami Shin Tae-yong karena keputusan-keputusan sepihak PSSI tanpa konsultasi lebih dahulu.

Baca juga: Dapat Kritikan Keras dari Shin Tae-yong, PSSI Angkat Bicara

Dhimam Abror Djuraid juga menyinggung masalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PSSI yang dirasa bukan sebuah keputusan yang bijak untuk menghadapi masalah ini.

"Pembentukan Satgas Timnas oleh PSSI menambah runyam situasi. Sebagai pelatih profesional, Shin Tae-yong pantas gerah oleh keputusan ini. Sebagai pelatih profesional, Shin Tae-yong pasti tidak mau otoritasnya dicampuri oleh pihak lain yang tidak jelas kompetensinya," tuturnya.

Terlepas dari kontroversinya, pria 56 tahun tersebut mengakui bahwa Shin Tae-yong adalah pelatih berkelas.

Bukan tidak mungkin mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut adalah "tiket emas" yang membawa persepakbolaan Indonesia lebih baik lagi.

Baca juga: Duduk Perkara Perang Jarak Jauh PSSI Vs Shin Tae-yong

"Kita pernah punya pelatih berkelas seperti Luis Milla dan sekarang kita punya Shin Tae-yong yang punya prestasi cemerlang," ujarnya.

"Kita butuh Shin Tae-yong melakukan gebrakan baru untuk merevolusi mental pemain dan pengurus PSSI sebagaimana Shin Tae-yong menyaksikan Guus Hiddink melakukannya terhadap sepak bola Korea Selatan," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X