Eks Rekan Setim Ole Gunnar Solskjaer Berambisi Jadi Pelatih Manchester United

Kompas.com - 23/06/2020, 02:00 WIB
Robbie Fowler (kiri) dan Quinton Fortune (kanan) bersaing dalam pertandingan amal Manchester United Legends vs Liverpool Legends pada 3 September 2015. AFP/JONATHAN NACKSTRANDRobbie Fowler (kiri) dan Quinton Fortune (kanan) bersaing dalam pertandingan amal Manchester United Legends vs Liverpool Legends pada 3 September 2015.

KOMPAS.com - Mantan pemain Manchester United, Quinton Fortune, mengutarakan keinginannya untuk menjadi pelatih eks klubnya.

Quinton Fortune merupakan pemain Manchester United medio 1999 hingga 2006.

Menghabiskan tujuh musim di Man United membuat Fortune berambisi untuk menjadi pelatih tim utama Setan Merah pada masa depan.

Setelah memutuskan pensiun pada 2010, beberapa waktu kemudian dia mendapatkan lisensi kepelatihannya.

Baca juga: Manchester United Catat Rekor Tak Terkalahkan 12 Laga Beruntun sejak Era Mourinho

Namun, Quinton Fortune belum memiliki pengalaman sebagai manajer atau pelatih tim utama.

Saat ini, pemain asal Afrika Selatan itu menjabat sebagai asisten pelatih Manchester United U-23. Dia ditunjuk sebagai asisten pelatih Neil Wood pada Juli 2019.

"Saya memikirkan pertanyaan itu kemarin untuk beberapa alasan, dan pikiran pertama saya adalah menjadi pelatih Manchester United," kata Quinton Fortune kepada Manchester United Podcast, dikutip dari ESPN.

"Itu impian saya. Tentu saja, saya memulai karier itu di tim U-23 dan saya sedang belajar banyak di sini. Saya ingin belajar sebanyak mungkin karena aspek manajerial berubah banyak dalam sepak bola saat ini," ujar Fortune.

"Dengar, saya mungkin harus keluar dan belajar sebagai manajer di tempat lain. Namun, impian utama adalah menjadi manajer Manchester United. Dari apa yang telah saya lalui, saya akan mencapai level tertinggi," ucap Quinton Fortune.

Sementara itu, menyusul masalah rasialisme yang terjadi akhir-akhir ini, Fortune ingin dirinya dilihat sebagai seorang pelatih bagus karena kualitas dan kemampuannya, bukan karena warna kulitnya. 

Baca juga: Juergen Klopp: Liverpool Tak Mungkin Ulangi Dominasi Man United di Liga Inggris

"Saya ingin dilihat karena kemampuan saya. Saya ingin selalu dinilai karena karakter dan apa yang saya lakukan untuk tim, bukan karena warna kulit," kata eks pemain berusia 43 tahun ini.

"Anda melihat banyak pemain kulit hitam di Inggris, tetapi mengapa tidak banyak manajer kulit hitam? Saya tidak tahu apa alasannya."

"Saya berpikir akan bekerja sekeras yang saya bisa, mendapatkan semua kualifikasi, mempersiapkan diri dan jangan biarkan penghalang itu menghentikan saya," kata eks rekan setim Ole Gunnar Solsksjaer ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ESPN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.