Ada Peran Peter Withe yang Membuat Nomor 7 Persib Identik dengan Atep

Kompas.com - 19/06/2020, 08:20 WIB
Supardi dan Atep merayakan gol Persib Bandung ke gawang Arema FC di Gelora Bandung Lautan Api, 13 September 2018. TABLOID BOLA/ALVINO HANAFISupardi dan Atep merayakan gol Persib Bandung ke gawang Arema FC di Gelora Bandung Lautan Api, 13 September 2018.

BANDUNG, KOMPAS.com - Di Persib Bandung, nomor punggung tujuh lekat kaitannya dengan seorang legenda klub bernama Atep.

Pemain asal Cianjur, Jawa Barat itu sudah akrab dengan nomor punggung tujuh sebelum bergabung bersama Persib.

Nomor tersebut sudah Atep kenakan saat masih mengawali karier di Persija Jakarta.

Hingga kembali ke Persib yang merupakan klub masa kecilnya, nomor punggung tujuh kembali dikenakan Atep.

Selama satu dekade memperkuat Maung Bandung, nomor punggung tujuh tidak pernah lepas dari sosok Atep.

Baca juga: Berseragam Persib, Esteban Vizcarra Kenakan Nomor Bekas Atep

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Hal tersebut yang kemudian membuat nomor tersebut menjadi sangat identik dengan Atep.

Pemain berusia 35 tahun itu tidak menampik, tujuh adalah nomor keberuntungannya. Menurut pengakuan Atep, dirinya sangat nyaman menggunakan nomor tersebut.

Atep pun bercerita awal mula dia mengenakan nomor punggung tujuh.

Kisah tersebut bermula saat Atep dipanggil untuk membela Timnas Indonesia pada 2006.

Pelatih Timnas Indonesia saat itu, Peter Withe, meminta Atep mengenakan nomor punggung tujuh. Sesuai dengan posisinya sebagai pemain sayap kanan.

"Bagi saya ini nomor keberuntungan, kenapa? Karena awalnya ini diberikan seorang pelatih yang menemukan bakat saya, Peter Withe. Dia memberikan saya nomor tujuh dan kebetulan posisi saya di sayap kanan," ungkap Atep, kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).

Penyerang Persib Bandung, Ilija Spasojevic, berlatih bersama Atep di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Cimahi, Sabtu (28/3/2015) sore. Ferril Dennys Penyerang Persib Bandung, Ilija Spasojevic, berlatih bersama Atep di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Cimahi, Sabtu (28/3/2015) sore.

Setelah momen tersebut, Atep merasa sangat nyaman mengenakan nomor tujuh. Atep merasakan adanya sugesti positif dengan nomor tersebut.

Meski begitu, Atep tidak merasa terbebani dengan nomor tujuh meski masih berstatus sebagai pemain muda.

Kebalikannya, Atep malah merasa lebih nyaman saat bermain. Menurutnya, ia merasakan energi positif ketika bermain dengan nomor punggung tujuh.

Baca juga: 10 Tahun Bela Persib, Atep Tak Akan Lupakan Dua Momen Ini

"Ketika menggunakan nomor yang lain saya malah merasa kurang lepas, kurang nyaman, dan agak mengganggu permainan. Saat menggunakan nomor tujuh, saya malah mendapatkan ketenangan bermain," ungkap Atep.

"Ada sugesti positif dan saya rasa juga membawa keberuntungan. Makanya di Persib identik nomor tujuh bahkan di manapun identik dengan nomor tujuh, nomor keramat buat saya," tegas dia.

Bertukar nomor punggung dengan sahabat karib

Lebih lanjut, Atep bercerita bahwa dia sempat meminta bertukar nomor punggung dengan pemain lain karena sangat ingin memakai nomor tujuh.

Hal ini terjadi saat Atep membela Timnas Indonesia pada suatu kesemaptan.

Saat itu, Atep mendapatkan nomor punggung 17. Tak dimungkiri, Atep merasa kecewa karena tidak bisa menggunakan nomor punggung tujuh yang saat itu diberikan pelatih kepada Eka Ramdani, sahabat karib Atep.

Eka dan Atep memang bersahabat sejak mulai bermain sepak bola di level junior bersama PS UNI.

Keduanya kembali bermain bersama di tim Persib junior. Ketika masuk ke jenjang senior, Atep dan Eka berpisah sebentar.

Saat itu, Atep memilih menimba pengalaman di Persija dan Eka tetap di Persib. Setelah berpisah selama beberapa tahun, Atep dan Eka akhirnya bisa kembali bermain bersama di Persib pada 2008. 

Baca juga: Persib Terbuka jika Ada Klub Lain yang Ingin Bermarkas di Bandung

Melalui kedekatan tersebut, Atep pun tak merasa canggung meminta Eka untuk bertukar nomor punggung.

Eka tidak menolak karena dia tahu yang meminta adalah sahabat karibnya.

Belum lagi pada masa itu, nomor punggung tujuh bukanlah nomor favorit Eka.

Di Persib, Eka cenderung nomor punggung 8 atau 18. Maka, Eka pun memberikan nomor tersebut kepada Atep.

"Saya langsung ngomong kepada Eka, 'Ka, wayahna ieu kudu tukeran jeung saya' (Ka, harap maklum lebih baik tukar nomor punggung dengan saya), ya untungnya itu Eka mengerti," imbuh dia.

Atep mencetak satu gol saat Persib Bandung menang atas PS TNI di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (24/3/2016)FIFI NOFITA/JUARA.NET Atep mencetak satu gol saat Persib Bandung menang atas PS TNI di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (24/3/2016)

Selama satu dekade mengenakan nomor punggung tujuh di Persib, Atep berhasil menyumbangkan empat gelar juara bagi Maung Bandung.

Paling prestisius tentunya saat Atep membawa Persib meraih gelar dalam kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2014 dan Piala Presiden 2015.

Pada awal musim 2019, kontrak Atep bersama Persib tidak diperpanjang. Dia kemudian hijrah ke Mitra Kukar dan sempat bermain bersama PSKC Cimahi. Bersama dua klub tersebut, Atep pun tetap setia mengenakan nomor punggung tujuh.

"Sampai sekarang saya di tim manapun selalu identik dengan 7. Intinya nomor keramat dan nomor kesetiaan saya," tegas Atep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.