4 Pemain Thailand yang Pernah Berkiprah dalam Kejayaan Persib Bandung

Kompas.com - 15/06/2020, 06:30 WIB
Mantan pemain Persib Bandung Sinthaweechai Hathairattanakool. Twitter @chonburi_fcMantan pemain Persib Bandung Sinthaweechai Hathairattanakool.

BANDUNG, KOMPAS.com - Gelombang kedatangan pemain asing di sepak bola Indonesia dimulai pada 1994. Tepatnya, saat kompetisi Liga Indonesia I digelar.

Sejatinya sejak medio 1980-an, sejumlah klub yang bermain di kompetisi Galatama sudah mulai menggunakan jasa pemain asing.

Hanya, pada masa itu, aturan terkait penggunaan pemain asing belum dikeluarkan secara resmi oleh PSSI.

Bahkan, PSSI sempat mengeluarkan aturan soal larangan penggunaan pemain asing di seluruh kompetisi nasional.

Aturan itu yang membuat sejumlah pemain asing di kompetisi Galatama harus angkat kaki dari Indonesia.

Kebijakan tersebut bertahan hingga kompetisi musim 1993 berakhir.

Sebab, menjelang bergulirnya kompetisi format baru bertajuk Liga Indonesia (penggabungan kompetisi Perserikatan dan Galatama) pada tahun 1994, PSSI melunak dan memperbolehkan setiap kontestan Liga Indonesia diperkuat pemain asing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Teka-teki Febri Hariyadi, Betah di Persib atau Gabung Klub Thailand?

Sejak kompetisi Liga Indonesia digulirkan, silih berganti pemain asing datang ke Indonesia untuk mencari peruntungan.

Kecenderungannya, pesepak bola asal benua Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa mendominasi peta sebaran pemain asing di Indonesia.

Hanya, sejak tahun 2009, peta sebaran tersebut berubah.

Sebab, PSSI melakukan perubahan terkait kuota pemain asing.

Saat itu, PSSI mewajibkan setiap peserta kompetisi untuk melengkapi kuota pemain asingnya dengan dua pemain asal benua Asia (kemudian diubah menjadi satu).

Sejak aturan tersebut diberlakukan, sejumlah klub mulai melirik pesepak bola dari kawasan Asia, tak terkecuali pemain yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Singapura, hingga Malaysia.

Dalam era Liga Indonesia, Thailand menjadi negara pertama yang menyumbangkan pemainnya untuk berkarier di sepak bola Indonesia.

Baca juga: Legenda Maung Bandung Kenang Pujian Fabio Capello Usai Laga Persib Vs AC Milan

 

Hal tersebut bahkan sudah dimulai sebelum regulasi kuota pemain asing Asia ditetapkan PSSI.

Persib Bandung adalah klub pertama dalam era Liga Indonesia yang mulai melirik potensi pemain asal Asia tenggara, khususnya Thailand.

Tercatat, empat pemain asal Negeri Gajah Putih yang pernah berkiprah bersama klub berjulukan Maung Bandung itu.

Lalu, bagaimana kiprah keempatnya bersama Persib? Berikut ulasan singkatnya.

1. Pradit Thaweechai

Pradit Taweechai tercatat sebagai pesepak bola pertama Thailand yang merumput di Indonesia.

Dia juga mencantumkan namanya sebagai pemain asing Asia pertama di tim Persib.

Pradith direkrut Persib pada pertengahan musim 2004-2005, saat Maung Bandung diarsiteki oleh pelatih legendarisnya, Indra M Thohir.

Saat itu, Pradith datang dengan status sebagai pemain terbaik Liga Thailand musim sebelumnya.

Tidak hanya itu, pemain kelahiran Chaiyaphum, Thailand, 7 Februari 1979, itu juga berstatus sebagai pilar penting di lini pertahanan Timnas Thailand kala itu.

Performa Pradit pada musim pertamanya bersama Persib cukup menjanjikan.

Hal tersebut yang membuatnya dipertahankan pada musim 2006.

Sayangnya, performa Pradit mengalami penurunan pada musim keduanya bersama Persib.

Akibatnya, dia dilepas pada pertengahan musim 2006, dan pindah ke Singapura untuk bergabung bersama Tampines Rovers.

Baca juga: Latihan Mandiri Persib Mulai Fokus Asah Kontrol Bola

 

2. Nipont Chanarwut

Berbeda dengan Pradit, Nipont Chanarwut harus melewati fase seleksi sebelum akhirnya bergabung bersama Persib Bandung.

Nipont mencoba peruntungannya dalam sesi seleksi pemain asing Persib menjelang bergulirnya Liga Indonesia musim 2006.

Performa Nipont dalam seleksi menuai pujian pelatih Persib saat itu Risnandar Soendoro.

Pemain berposisi stopper itu pun resmi direkrut Persib pada awal musim 2006.

Nipont bukan satu-satunya pemain asal Thailand yang berkostum Persib saat itu.

Ada pula Pradit Taweechai yang sudah lebih dulu membela panji Maung Bandung.

Sayangnya, saat kompetisi berlangsung. Performa Nipont jauh dari kata memuaskan.

Saat itu, performa tim Persib secara keseluruhan terbilang inferior.

Persib menelan kekalahan dalam dua laga awal kompetisi.

Mirisnya, hasil minor tersebut didapat saat klub beralias Pangeran Biru itu main di Stadion Siliwangi, kandang mereka sendiri.

Pergantian pelatih pun dilakukan Persib. Risnandar mundur, dan Arcan Iurie masuk.

Perombakan pemain asing dilakukan Iurie. Nipont dan Pradit pun menjadi "korban" dari perombakan yang dilakukan Iurie.

Kedua pemain itu terpaksa angkat kaki dari Persib.

 

3. Sinthaweechai Hathairattanakool

Ada hal menarik dari kebijakan transfer Persib pada musim 2006.

Setelah melepas dua pemain asal Thailand, Pradit Taweechai dan Nipont Chanarwut, Persib malah mendatangkan pemain Thailand lainnya.

Sosok anyar yang didatangkan Persib adalah Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool.

Berstatus sebagai penjaga gawang utama di Timnas Thailand, Kosin diharapkan mampu membantu memperkukuh lini pertahanan Persib yang rapuh.

Ekspektasi tersebut dijawab Kosin dengan performa impresif di bawah mistar gawang Maung Bandung.

Pada laga debutnya bersama Persib, Kosin berhasil mencatatkan clean sheet.

Bahkan, dia berhasil menggagalkan penalti pemain Arema Malang, yang menjadi lawan Persib.

Maung Bandung pun menang tipis 1-0 atas Arema lewat gol yang dibukukan oleh Redouane Barkaoui.

Sayangnya, Kosin datang ke Persib dengan status sebagai pemain pinjaman dari Chonburi FC.

Kiprahnya tak berlangsung lama, hanya sampai akhir musim 2006.

Bobotoh yang sebenarnya ingin Kosin bertahan, harus rela melepas kepergiannya kembali ke Thailand.

Akan tetapi, sebelum pergi, Kosin berjanji akan kembali ke Bandung.

Janji tersebut pun ditepati Kosin. Menjelang bergulirnya Liga Super Indonesia (LSI) 2009, Kosin kembali ke Persib.

Performanya tetap mengagumkan. Dia selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Persib yang kala itu dilatih Jaya Hartono.

Sayangnya, lagi-lagi Kosin datang dengan status sebagai pemain pinjaman.

Dia pun hanya bermain selama setengah musim untuk Maung Bandung.

Pada pertengahan musim 2009, Kosin kembali ke klub asalnya, Chonburi FC.

Baca juga: Sejak 2017, Jumlah Penonton Persib Bandung di Stadion Terus Turun

 

4. Suchao Nuchnum

Suchao datang ke Bandung pada awal musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010.

Saat itu, Suchao datang bersama kompatriotnya asal Thailand, kiper Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool.

Suchao dan Kosin bergabung bersama Persib dengan status sebagai pemain pinjaman.

Suchao merupakan pemain pinjaman dari Buriram United, sedangkan Kosin dari Chonburi FC.

Meski sama-sama datang dengan status pemain pinjaman, momen yang dirasakan Kosin dan Suchao kala bergabung bersama Persib saat itu berbeda.

Bagi Kosin, musim 2009-2010 tercatat sebagai periode keduanya bermain untuk klub berjulukan Maung Bandung itu.

Kosin sempat memperkuat Persib pada putaran kedua Liga Indonesia musim 2006.

Sementara itu, musim 2009 merupakan kesempatan pertama Suchao merasakan atmosfer sepak bola Indonesia, khususnya di Bandung.

Meski begitu, Suchao baru bisa merasakan bagaimana semaraknya atmosfer sepak bola Bandung pada pekan ketiga kompetisi.

Sang gelandang memang baru bisa melakoni debutnya bersama Persib saat Maung Bandung menjamu Pelita Jaya pada laga pekan ketiga.

Suchao benar-benar dibuat terpana dengan dukungan bobotoh kepada Persib saat itu.

Perjalan Suchao bersama Persib hanya berlangsung selama setengah musim kompetisi, dengan catatan tiga gol dari 17 pertandingan.

Suchao pun kembali ke Thailand untuk memperkuat Buriram United.

Momen yang paling diingat bobotoh dari penampilan Suchao bersama Persib adalah gol indahnya ke gawang Persik Kediri.

Menariknya, gol yang dilesakkan Suchao dari tendangan penjuru langsung itu dibukukan dalam laga terakhirnya bersama Persib.

"Tentu saja saya masih mengingatnya. Di pertandingan itu (melawan Persik), saya memiliki peluang untuk bisa menembak dari tendangan sudut," tutur Suchao.

"Saya sangat senang dan mereka terlihat bergembira," kata mantan pemain Persib Bandung itu.

***
Suchao dan Kosin adalah dua nama pemain asal Thailand terakhir yang membela Persib. Setelah itu, Maung Bandung belum pernah lagi menggunakan pemain asal Negeri Gajah Putih itu. Kecenderungannya, Persib lebih sering mengandalkan pemain asal Jepang atau Korea Selatang untuk melengkapi kuota pemain asing Asia mereka di kompetisi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Barcelona Vs Real Betis, Gol Juanmi Nodai Laga Ke-400 Jordi Alba bersama Blaugrana

Hasil Barcelona Vs Real Betis, Gol Juanmi Nodai Laga Ke-400 Jordi Alba bersama Blaugrana

Sports
Hasil Wolves Vs Liverpool: Origi Jadi Pahlawan, The Reds Menang 1-0

Hasil Wolves Vs Liverpool: Origi Jadi Pahlawan, The Reds Menang 1-0

Liga Inggris
Catat, 5 Turnamen Catur Junior Sudah Terselenggara

Catat, 5 Turnamen Catur Junior Sudah Terselenggara

Sports
Hasil dan Klasemen Liga 1: Persebaya Jaga Tren Tak Terkalahkan, Persib Pepet Bhayangkara FC

Hasil dan Klasemen Liga 1: Persebaya Jaga Tren Tak Terkalahkan, Persib Pepet Bhayangkara FC

Liga Indonesia
Piala AFF 2020, Hantu Cedera dan Covid-19 Bayangi Myanmar

Piala AFF 2020, Hantu Cedera dan Covid-19 Bayangi Myanmar

Internasional
Hasil AC Milan Vs Salernitana: Simpan Ibrahimovic, Rossoneri Menang dan ke Puncak!

Hasil AC Milan Vs Salernitana: Simpan Ibrahimovic, Rossoneri Menang dan ke Puncak!

Liga Italia
Babak I Wolves Vs Liverpool: The Reds Minim 'Shot on Target', Skor 0-0

Babak I Wolves Vs Liverpool: The Reds Minim "Shot on Target", Skor 0-0

Liga Inggris
Semifinal BWF World Tour Finals, Marcus Akui Menyentuh Shuttlecock, tetapi...

Semifinal BWF World Tour Finals, Marcus Akui Menyentuh Shuttlecock, tetapi...

Badminton
Hasil Madura United vs Persib, Gol Cepat Bawa Maung Bandung Naik Peringkat

Hasil Madura United vs Persib, Gol Cepat Bawa Maung Bandung Naik Peringkat

Sports
Lens Vs PSG, Mauricio Pochettino Sabar Menanti Ledakan Messi

Lens Vs PSG, Mauricio Pochettino Sabar Menanti Ledakan Messi

Liga Lain
Turnamen Catur Klasik Bakal Dapat Banyak Tempat

Turnamen Catur Klasik Bakal Dapat Banyak Tempat

Sports
Mengapa Tenis Meja Dikenal dengan Istilah Pingpong?

Mengapa Tenis Meja Dikenal dengan Istilah Pingpong?

Sports
Kunci Marcus/Kevin Tampil Konsisten dan Tembus 5 Final Beruntun

Kunci Marcus/Kevin Tampil Konsisten dan Tembus 5 Final Beruntun

Badminton
Babak I Madura United vs Persib, Maung Bandung Unggul Cepat

Babak I Madura United vs Persib, Maung Bandung Unggul Cepat

Sports
Hasil BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Batal Revans, Marcus/Kevin ke Final!

Hasil BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Batal Revans, Marcus/Kevin ke Final!

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.