Berkaca dari Liga Jerman, Laga Tanpa Penonton Rugikan Tuan Rumah?

Kompas.com - 15/06/2020, 06:15 WIB
Penyerang Dortmund, Julian Brandt (kiri), bereaksi ketika para pemain Bayern merayakan gol dalam pertandingan Liga Jerman antara Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen pada 26 Mei 2020 di Dortmund. AFP/FEDERICO GAMBARINIPenyerang Dortmund, Julian Brandt (kiri), bereaksi ketika para pemain Bayern merayakan gol dalam pertandingan Liga Jerman antara Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen pada 26 Mei 2020 di Dortmund.

KOMPAS.com - Bundesliga, La Liga, Serie A, dan Premier League adalah empat liga elite Eropa yang kembali dilanjutkan setelah sempat ditunda karena pandemi virus corona.

Bundesliga, kasta teratas Liga Jerman, menjadi yang pertama dilanjutkan dari tiga kompetisi lainnya.

Bundesliga kembali dilanjutkan pada 16 Mei 2020 dengan berbagai peraturan baru untuk menyesuaikan situasi pandemi virus corona yang belum berakhir.

Salah satu aturan baru di Bundesliga adalah pertandingan tanpa penonton.

Baca juga: Hasil Liga Jerman - Dortmund Menang Dramatis, Haaland Beraksi Lagi

Melihat statistik pertandingan, terdapat catatan menarik dari penerapan aturan tanpa penonton.

Catatan menarik itu adalah dengan aturan tanpa penonton, hanya 21 persen tim tuan rumah yang berhasil menang.

Hingga Minggu (14/6/2020) pagi WIB, Bundesliga setelah dilanjutkan telah menyelesaikan 52 pertandingan.

Hasilnya, hanya ada 11 laga saat tim tuan rumah berhasil menang dan meraih tiga poin.

Baca juga: Klasemen Bundesliga, Bayern Muenchen Butuh 3 Poin untuk Gelar Juara

Catatan ini menjadi lebih menarik karena pada 26 laga lainnya, tim tuan rumah harus menelan kekalahan.

Itu artinya, 50 persen tim tuan rumah kalah ketika melakoni pertandingan tanpa penonton.

Borussia Dortmund menjadi salah satu tim yang merasakan kekalahan di kandang sendiri setelah Bundesliga dilanjutkan.

Dortmund kalah 0-1 ketika menjamu Bayern Muenchen di Stadion Signal Iduna Park pada laga pekan ke-28 Bundesliga, 26 Mei 2020.

Hasil itu menjadi kekalahan kandang pertama Dortmund musim ini bukan hanya di Bundesliga, melainkan juga di semua kompetisi.

Baca juga: Saat Status Home-Away Tak Lagi Berlaku di Sepak Bola Setelah Pandemi

Terbaru, dari tujuh laga pekan ke-31 Bundesliga hingga Minggu (14/6/2020) pagi WIB, hanya ada satu tim tuan rumah yang meraih kemenangan.

Tim tersebut adalah Bayern Muenchen yang berhasil mengalahkan Borussia Monchengladbach dengan skor tipis 2-1.

Sementara itu, lima tim tuan rumah lainnya menelan kekalahan dan satu sisanya meraih hasil imbang.

Ini bukan pertama kalinya terdapat lima tuan rumah menelan kekalahan dalam satu pekan (bukan hitungan waktu, melainkan jadwal kompetisi) Bundesliga setelah dilanjutkan.

Sebelumnya, terdapat tiga pekan lain dengan catatan minimal lima tim tuan rumah kalah.

Berikut adalah catatan tim tuan rumah di Bundesliga sejak kompetisi kembali dilanjutkan pada 16 Mei 2020:

  • Pekan ke-26: 1 menang, 3 seri, 5 kalah
  • Pekan ke-27: 2 menang, 2 seri, 5 kalah
  • Pekan ke-28: 2 menang, 5 seri, 2 kalah
  • Pekan ke-29: 3 menang, 0 seri, 6 kalah
  • Pekan ke-30: 2 menang, 4 seri, 3 kalah
  • Pekan ke-31: 1 menang, 1 seri, 5 kalah *hingga Minggu (14/6/2020) pagi WIB, tersisa dua laga.

Total:

  • 26 laga tim tuan rumah kalah (50 persen)
  • 11 laga tim tuan rumah menang (21 persen)
  • 15 laga tim tuan rumah seri (29 persen)

Melihat statistik di atas, benarkah aturan tanpa penonton membuat status tim tuan rumah tidak lagi menguntungkan?

Padahal, liga adalah kompetisi yang sangat bergantung dengan sistem kandang-tandang.

Baca juga: Duel Juru Kunci Ciptakan Rekor Baru dalam Sejarah Bundesliga

Di sisi lain, jumlah laga kandang-tandang yang sudah dimainkan setiap tim sebelum kompetisi ditangguhkan juga berbeda-beda.

Lantas, apakah tim yang sudah memainkan laga kandang lebih banyak sebelum kompetisi ditangguhkan bisa disebut diuntungkan?

Setelah melakoni laga pertama dengan aturan tanpa penonton, beberapa pelatih tim Bundesliga merasa aneh.

Salah satunya adalah pelatih Borussia Dortmund, Lucien Favre.

"Tidak ada kebisingan lagi di stadion. Suasana sangat aneh," kata Favre dikutip dari situs Evening Standard dalam artikel yang tayang pada 16 Mei 2020.

"Ketika pemain menembak ke arah gawang, membuat umpan hebat, atau mencetak gol, situasi di stadion tidak berubah. Ini sangat aneh," ujar Favre.

Baca juga: Penonton Tak Hadir, La Liga Merugi

Demi menyiasati aturan laga tanpa penonton, beberapa tim Bundesliga melakukan cara unik agar stadion bisa terisi.

Foto penonton hasil guntingan dari kardus yang diinisiasi oleh Borussia Monchengladbach, untuk lebih menghidupkan suasana saat pertandingan.Twitter @borussia_en Foto penonton hasil guntingan dari kardus yang diinisiasi oleh Borussia Monchengladbach, untuk lebih menghidupkan suasana saat pertandingan.

Borussia Monchengladbach meletakkan 10.000 lebih patung kardus di kandangnya, Stadion Borussia-Park.

Uniknya, ribuan patung kardus itu merupakan duplikasi dari fans asli Gladbach yang sudah memesan dengan mengirimkan foto.

Fans Gladbach yang berminat harus mengeluarkan uang sebesar 16,5 pounds atau setara Rp 318.000 agar "bisa hadir" di stadion.

Upaya itu dilakukan Gladbach dan fansnya agar pemain bisa merasa tetap didukung ketika bertanding di lapangan.

Baca juga: La Liga Dilanjutkan Tanpa Penonton, Griezmann: Rasanya Pasti Sangat Aneh

Setelah Bundesliga, La Liga, kasta teratas Liga Spanyol, menjadi kompetisi elite Eropa kedua yang dilanjutkan.

La Liga sudah dilanjutkan sejak 11 Mei 2020 juga dengan aturan tanpa penonton.

Hingga Minggu (14/6/2020) pagi WIB, La Liga sudah menyelesaikan total tujuh pertandingan.

Hasilnya, jumlah kemenangan dan kekalahan tim tuan rumah seimbang, yakni masing-masing tiga.

Terdekat, Premier League, kasta teratas Liga Inggris, akan dilanjutkan pada 17 Juni 2020.

Adapun Serie A, kasta teratas Liga Italia, menjadi kompetisi elite Eropa yang paling terakhir dilanjutkan, yakni pada 20 Juni 2020.

Premier League dan Serie A juga akan menerapkan aturan tanpa penonton.

Baca juga: Presiden LaLiga Ancam Karantina Pemain jika Langgar Protokol Liga Spanyol

Di sisi lain, Liga Belanda dan Liga Perancis yang juga termasuk kompetisi elite Eropa terpaksa dihentikan pada akhir April 2020.

Keputusan itu diambil karena pemerintah setempat melarang penyelenggaraan event olahraga sampai awal September 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X