Persib Akan Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat bagi Pemain

Kompas.com - 11/06/2020, 17:20 WIB
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahyono saat ditemui di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Rabu (8/8/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIDirektur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahyono saat ditemui di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Rabu (8/8/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Persib Bandung bersiap menyambut kembali bergulirnya Liga 1 2020.

Meski belum ada keputusan resmi dari PSSI ataupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait hal tersebut, Persib sudah mulai merancang protokol kesehatan yang akan diterapkan untuk pemain dan seluruh elemen tim.

Bahkan, klub berjulukan Maung Bandung itu berencana menggelar tes Covid-19 kepada para pemain dan elemen tim.

Tes tersebut rencananya akan dilakukan sebelum Supardi Nasir dkk berkumpul dan menjalani latihan kolektif.

Baca juga: Persib Siap Terapkan Protokol Kesehatan Anjuran PSSI

"Prosedurnya pasti begitu. Pertama kali ke Bandung pasti yang dilakukan pertama adalah PCR test, bukan rapid lagi, tetapi swab test," kata Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono.

Terkait penerapan protokol kesehatan dalam sepak bola, PSSI saat ini sudah mulai menyusun pedomannya.

Rencananya, akan ada lima pedoman yang meliputi panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di dalam pertandingan, internal tim, pemusatan latihan timnas Indonesia, hingga kursus kepelatihan.

Teddy mengatakan, Persib akan menjadikan panduan kesehatan yang disusun PSSI sebagai pedoman dasar dari protokol kesehatan yang akan diterapkan Persib. Bahkan, penerapannya akan lebih ketat.

Baca juga: Tips Hindari Virus Corona ala Striker Persib Bandung

"Jadi, pasti prosedur itu akan dilakukan secara ketat dan bertahap. Dalam proses latihan misalnya, pada periode awal, mereka akan kami instruksikan untuk membatasi interaksi fisik. Jadi, protokolnya itu sudah ada sebenarnya," ujar Teddy.

Lebih lanjut, Teddy mengatakan, Persib sejatinya sudah menerapkan protokol kesehatan terkait pencegahan penularan Covid-19 sejak lama, tepatnya saat pandemi virus corona mulai mewabah di Indonesia pada awal Maret lalu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X