Kompas.com - 10/06/2020, 12:20 WIB
Andi Darussalam Tabusalla saat diskusi virtual yang membahas soal nasib pemain Liga Indonesia pada Selasa (09/06/2020) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuAndi Darussalam Tabusalla saat diskusi virtual yang membahas soal nasib pemain Liga Indonesia pada Selasa (09/06/2020) sore.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Mantan Manajer Timnas, Andi Darussalam Tabusala, menyarankan PSSI mengadopsi cara lama yang digunakan Timnas Indonesia tahun 1991 untuk persiapan menyambut Piala Dunia U-20.

Dia berpendapat cara tersebut akan lebih efektif daripada menggunakan skema pemain muda saat kompetisi 2020 dilanjutkan.

Andi Darussalam mengatakan gelaran Piala Dunia U-20 mengingatkannya kembali pada kesuksesan Timnas Indonesia juara di SEA Games tahun 1991 di Manila.

Itu adalah gelar juara terakhir yang bisa diraih Timnas Indonesia di level antarnegara.

Baca juga: Tanggapan Tim Dokter Persebaya soal Rancangan Protokol Kesehatan PSSI

Dia masih ingat betul kala itu timnas dilatih oleh pelatih Anatoli Fyodorich Polisin. Hal yang paling tidak bisa dilupakan adalah metode yang digunakan PSSI selama masa persiapan.

“Saat itu PSSI meminta semua pemain yang akan dipergunakan (main di SEA Games) tidak boleh berkompetisi di tinggkat kompetisi apapun di Indonesia,” kata pria berusia 60 tahun saat diskusi virtual yang membahas soal nasib pemain Liga Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadi, pemain-pemain itu diambil TC jangka panjang, betul-betul sampai dua tahun. Tetapi seluruh kontrak pemain ditanggung oleh PSSI,” imbuhnya.

Andi Darussalam yang sudah malang melintang di keorganisasian sepak bola Indonesia tersebut berpendapat cara tersebut akan lebih efektif daripada memanfaatkan kompetisi reguler sebagai ajang pematangan pemain ke Piala Dunia U20.

Apalagi, sudah ada bukti di lapangan bahwa pembinaan usia muda melalui wadah kompetisi tidak bisa berjalan sesuai harapan seperti pembelajaran dari kompetisi beberapa tahun silam.

Baca juga: Persik Kediri Minta PSSI Terbitkan Protokol Untuk Antisipasi Kerumunan Suporter

“Misal tiap klub mempergunakan pemain U23. Apa yang terjadi? Klub tidak mau rugi. Pemain hanya diturunkan 10-12 menit lalu diganti dengan senior.”

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kala Baby Shark Muncul di Medan Perang

Kala Baby Shark Muncul di Medan Perang

Liga Indonesia
Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Aturan Baru untuk Penerbangan Domestik

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Aturan Baru untuk Penerbangan Domestik

Sports
Profil Jacob Italiano, Gelandang Klub Jerman di Kubu Australia U-23

Profil Jacob Italiano, Gelandang Klub Jerman di Kubu Australia U-23

Sports
Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Ada 2 Penerapan Sistem Gelembung

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Ada 2 Penerapan Sistem Gelembung

Sports
Uni Papua FC Kirim 2 Putra Papua Berlatih di Spanyol

Uni Papua FC Kirim 2 Putra Papua Berlatih di Spanyol

Liga Indonesia
Simak Skenario Timnas U23 Indonesia Lolos ke Putaran Final Piala Asia U23 2022

Simak Skenario Timnas U23 Indonesia Lolos ke Putaran Final Piala Asia U23 2022

Liga Indonesia
Peran FIFA sebagai Induk Organisasi Sepak Bola Internasional

Peran FIFA sebagai Induk Organisasi Sepak Bola Internasional

Sports
Telan Kekalahan Perdana, PSIS Petik Pelajaran Berharga dari Laga Melawan Persib

Telan Kekalahan Perdana, PSIS Petik Pelajaran Berharga dari Laga Melawan Persib

Liga Indonesia
Fakta Unik Timnas U23 Indonesia Vs Australia, Kode Rachmat Irianto

Fakta Unik Timnas U23 Indonesia Vs Australia, Kode Rachmat Irianto

Liga Indonesia
Klasemen Liga 1: Usai Nodai Rekor PSIS, Persib Gusur Bhayangkara FC

Klasemen Liga 1: Usai Nodai Rekor PSIS, Persib Gusur Bhayangkara FC

Liga Indonesia
Hasil Kualifikasi Piala Asia U23: Indonesia Tumbang, Malaysia Menang, Thailand...

Hasil Kualifikasi Piala Asia U23: Indonesia Tumbang, Malaysia Menang, Thailand...

Liga Indonesia
Final Piala Liga Jepang 2021 Bakal Disiarkan dengan Komentator Indonesia

Final Piala Liga Jepang 2021 Bakal Disiarkan dengan Komentator Indonesia

Liga Lain
Profil Kai Havertz, Pemain Serba Bisa Chelsea Asal Jerman

Profil Kai Havertz, Pemain Serba Bisa Chelsea Asal Jerman

Sports
Pelatih Persib Sebut Maung Bandung Layak Menang atas PSIS

Pelatih Persib Sebut Maung Bandung Layak Menang atas PSIS

Liga Indonesia
Hasil dan Klasemen Liga Italia: AC Milan ke Puncak Usai Bangkitkan Rekor 67 Tahun Silam

Hasil dan Klasemen Liga Italia: AC Milan ke Puncak Usai Bangkitkan Rekor 67 Tahun Silam

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.