Kompas.com - 09/06/2020, 20:35 WIB
|

KOMPAS.com - Mantan bek timnas Inggris, Micah Richards, mengatakan, dia pernah dicap tak adil karena memamerkan kekayaan dalam kariernya, terkait dengan rasnya.

Micah Richards, yang pernah membela Manchester City dan Aston Villa, mengatakan, dia dijuluki "Raja Bling" (terkait gaya atau sikap materialistis) oleh media karena membeli mobil mahal.

Richards mengatakan, penilaian tersebut pun "memaksa" dia untuk mengubah perilakunya.

"Saya mendapati diri saya harus bertindak dengan cara tertentu hanya untuk menyesuaikan diri sehingga orang tidak akan menilai saya," kata Richards, dikutip dari BBC Sports, Selasa (9/6/2020).

"(Saat itu) saya baru saja bermain untuk timnas Inggris, saya berkulit hitam, saya memiliki Audi dan Range Rover. Ada beberapa cerita yang beredar tentang saya dan saya diberi label 'Raja Bling'," ujarnya.

"Namun, setiap minggu, ada sebuah cerita tentang saya yang mengatakan saya tidak berkonsentrasi pada sepak bola dan saya butuh enam atau tujuh tahun untuk melepaskan 'anggapan' itu," tuturnya.

Baca juga: Lawan Rasialisme, Beri Kesempatan Orang Kulit Hitam untuk Melatih...

Aksi menentang atau melawan tindakan rasial kini tengah mengemuka seusai meninggalnya George Floyd.

George Floyd adalah pria etnis Afrika-Amerika yang meninggal dunia akibat kekerasan kepolisian Amerika Serikat.

Pria berusia 46 tahun itu tewas setelah lehernya ditindih lutut polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, pada 25 Mei lalu.

Kematian George Floyd kemudian memantik demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat dan diikuti negara-negara lain, termasuk di dunia olahraga.

Sejumlah olahragawan bersuara, termasuk pelaku sepak bola, seperti pemain Man City Raheem Sterling dan eks bek The Citizens, Micah Richards.

Baca juga: Bicara soal Insiden George Floyd, Ighalo Tegaskan Rasialisme Harus Dilawan

Richards mengatakan, dia merasa tidak dapat berbicara tentang rasialisme selama karier karena takut akan akibatnya.

"Kadang-kadang, saya merasa takut untuk berbicara tentang apa yang benar dan apa yang salah," ucapnya.

"Saya tidak ingin mengatakan apa pun karena saya merasa itu akan memengaruhi karier saya," tuturnya.

Kini, dengan momentum solidaritas untuk George Floyd, Richards berharap bahwa hal-hal terkait rasialisme tak kembali terjadi.

Baca juga: Serukan Kekecewaan soal Insiden George Floyd, Hamilton Didukung Bos Tim Mercedes

"Adalah baik bahwa orang-orang menggunakan perjuangan mereka sekarang, tidak hanya di Inggris dan Amerika Serikat, tetapi di seluruh dunia, sekarang adalah waktunya," tuturnya.

"Saya pikir 'gelombangnya' perlahan berubah," ujar Richards.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.